Terungkap! 14 Tahun Jadi Korban Penculikan, Bocah Ini Berhasil Ditemukan Lewat Tes DNA

| 09 Dec 2021 12:15
Terungkap! 14 Tahun Jadi Korban Penculikan, Bocah Ini Berhasil Ditemukan Lewat Tes DNA
Sun Zhou korban perdagangan anak di china (Dok: YouTube/SCMP)

ERA.id - Sebuah keluarga kecil di Tiongkok, China berhasil bertemu dan bersatu kembali dengan putranya yang menghilang 14 tahun lalu. Bocah itu ditemukan setelah melewati tes DNA.

Sun Zhou yang kini sudah berusia 18 tahun kembali ke pelukan orang tuanya setelah menjadi korban penculikan di tahun 2007. Dirinya berhasil ditemukan setelah pihak berwenang melacak Sun di provinsi timur Shandong setelah polisi menggunakan teknologi pengenalan wajah.

Teknologi itu digunakan oleh polisi untuk mengidentifikasi tersangka bermarga Wu, yang menculik Sun saat berusia empat tahun. Identitas Sun dikonfirmasi oleh analisis DNA setelah sebelumnya Sun dijual ke pasangan di China Timur yang sudah memiliki dua anak perempuan.

"Identitas Sun dikonfirmasi oleh analisis DNA. Wu telah ditahan sehubungan dengan dua penculikan anak, termasuk yang dilakukan Sun," kata polisi, dikutip SCMP, Kamis (9/12/2021).

Selama pertemuan yang mengharukan itu, ayah dan ibu Sun terlihat menangis sambil memeluk putranya yang telah lama menghilang. Bahkan berita kembalinya Sun Zhao menjadi topik hangat yang paling dilihat di media sosial Tiongkok.

"Setelah 14 tahun dan 57 hari, dia menjadi lebih tinggi dari ibunya. Dia membawakan kami makanan khas lokal dari tempat dia tinggal sekarang. Dia adalah Sun Zhuo yang kita semua cari selama bertahun-tahun," tulis Sun di akun media sosialnya.

Dari kasus ini, Ayah dan ibu angkat Sun dibebaskan sambil menunggu persidangan. Dalam hukum Tiongkok, hukuman maksimum untuk perdagangan manusia adalah lima tahun hingga hukuman mati. Sementara pembeli orang yang diperdagangkan dapat dipenjara hingga tiga tahun.

Namun hukuman bagi pembeli bisa dikurangi dengan catatan mereka tidak ada perlakuan buruk terhadap orang yang diculik dan tidak berusaha untuk mencegah penyatuan kembali anak tersebut dengan orang tua mereka.

Saat bersatu kembali dengan keluarga aslinya, Sun sempat mengatakan bahwa dia ingin tinggal bersama kedua orang tua angkatnya. Hal ini lantaran orang tua angkatnya sudah membesarkan Sun selama 10 tahun terakhir. Namun hal itu disebutkan lantaran Sun tidak mengetahui garis keturunan aslinya.

Sebelumnya orang tua Sun Zhou, Sun Haiyang dan Peng Siying sudah melakukan pencarian selama bertahun-tahun. Mereka berharap putranya bisa kembali dalam keadaan selamat. Bukan hanya itu saja demi menemukan Sun, orangtuanya melakukan pencarian di hampir setiap wilayah China.

Orang tua Sun diketahui juga menjual properti mereka demi mendapatkan informasi tentang keberadaan Sun Zhou. Dari penjualan properti tersebut, mereka menawarkan hadiah sebesar 31.000 dolar (Rp444 juta) untuk setiap petunjuk demi membantu kembalinya Sun Zhou.

"Saya siap untuk menghabiskan semua uang saya, dan bahkan meminjam uang," kata Haiyang.

Kisah ini bahkan dijadikan film oleh seorang sutradara Hong Kong Peter Chan. Chan membuat film berjudul Dearest di tahun 2014 yang membawa isu penculikan dan perdagangan anak di China. Film itu meraup lebih dari 50 juta dolar (Rp700 miliar) di box office.

Rekomendasi