Kecanduan Seks Bisa Jadi Gangguan Mental

Tim Editor

Ilustrasi (Pixabay)

Jakarta, era.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), baru-baru ini mengklasifikasikan perilaku seks kompulsif atau kecanduan seks sebagai penyakit mental. Hal ini dilakukan setelah sebelumnya kecanduan gim masuk dalam daftar International Classification Organization of Diseases.

Menurut WHO, seseorang mengalami kecanduan seks akan menunjukkan pola ketidakmampuannya dalam mengendalikan dorongan seksual secara intens dan berulang-ulang. Setidaknya perilaku tersebut dilakukan selama enam bulan. 

"Perilaku kecanduan lainnya yang termasuk dalam ICD-11, dan kondisi seperti 'dorongan seksual berlebihan' telah direklasifikasi sebagai 'gangguan perilaku seksual kompulsif," kutip era.id dari WHO, Rabu (11/7/2018).

Langkah tersebut ditentang pendapat dari American Psychological Associaton. Menurut lembaga psikologi itu tidak menganggap kecanduan seks sebagai sebuah gangguan mental. 

Kendati demikian sejumlah, pihak menyambut baik klasifikasi yang dilakukan oleh WHO. Beberapa diantaranya datang dari organisasi psikiater di Inggris.

"Ini adalah perilaku yang cenderung disembunyikan karena merupakan sesuatu yang memalukan dan sering kali pecandu seks tidak maju (dalam pengobatan)," ungkap Dr Valerie Voon dikutip dari The Sun.

Baca Juga: Seks Liar Remaja Tangerang dan Kondom Bekas di Stadion

"Menambahkan ini ke daftar WHO merupakan langkah yang sangat baik untuk pasien karena memungkinkan mereka untuk mengenali bahwa mereka menderita masalah - itu membawanya keluar dari bayang-bayang dan mereka dapat mencari bantuan untuk itu," sambungnya. 

Dr Voon menilai, perilaku kecanduan seks dapat diobati bersamaan dengan depresi serta gangguan kecemasan. Salah satu aktris yang diketahui melakukan rehabilitasi dari kecanduan seks adalah komedian Russell Brand.

Tag: gangguan mental

Bagikan: