Game Fortnite Picu 200 Kasus Perceraian di Inggris

Tim Editor

Game Fortnite

Jakarta, era.id - Main game memang jadi paling asik buat mengisi waktu luang, apalagi kalau sampai dimainkan bersama-sama. Namun, apa jadinya kalau game bisa meningkatkan angka kasus perceraian.

Ya, kecanduan game ternyata bisa menjadi masalah besar, terlebih buat kalian yang sudah berkeluarga atau malah pasangan baru menikah. Lantaran banyak gamer lebih memilih bermain game-nya daripada berinteraksi bersama pasangannya.

Salah satu game yang dinilai meningkatkan angka perceraian adalah game Battle Royale, Fortnite. Dirangkum dari situs Divorce Online, game Fortnite menyumbang sedikitnya 200 kasus perceraian yang terjadi karena masalah keranjingan geme.

"5 persen penyebab utama dari 4,665 perceraian di Inggris selama tahun 2018 ini bersumber dari Fortnite," kutip dari New York Post dari Divorce Online, Sabtu (22/9/2018).
 


Tentu saja data ini hanya mencakup wilayah Inggris, tapi hal itu tidak menutup kemungkinan kalau negara lain pasti juga memiliki kasus yang serupa dan bisa saja jauh lebih banyak. Belum lagi jumlah pemain Fornite yang tersebar tidak hanya dimainkan di Inggris maupun Amerika Serikat saja.

Beberapa waktu lalu juga, badan kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) menetapkan kecanduan game sebagai klasifikasi penyakit gangguan mental. Dalam versi terbarunya itu, WHO mengklasifikasikan kecanduan game ke dalam daftar "disorders due to addictive behavior" atau penyakit yang disebabkan oleh kebiasaan atau kecanduan. 
 

Terlepas dari semua ini, pengaruh negatif apapun yang ditimbulkan dari video game bisa diminimalisir asalkan pola hidup yang baik harus tetap terjaga. Apalagi kalau sudah berkeluarga, jangan sampai game jadi tempat pelarian dari tanggung jawab.

Tag: konsol game kecanduan game

Bagikan: