Kabar Hoaks yang Beredar Sejak Jatuhnya Lion Air JT 610

Tim Editor

Puing-puing Pesawat Lion Air JT 610 (dok. Basarnas)

Jakarta, era.id - Selama empat hari tragedi jatuhnya Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Banyak sekali informasi dan kabar tidak benar atau hoaks yang bermunculan di media sosial. 

Setidaknya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menemukan dua kabar tidak benar terkait kecelakaan pesawat Lion Air JT 610, pada Senin (28/10). Kabar pertama yang berhasil diidentifikasi oleh Kominfo berupa video yang beredar di YouTube.

"KASIHAN...!!! Transkrip Rekaman Pilot dan Co-Pilot 'Black Box' Detik-detik Kecelakaan Pesawat" yang diduga milik pesawat Lion Air JT 610," judul video tersebut seperti dikutip dari keterangan Kominfo, Kamis (1/11/2018).

Menurut penjelasan dari Kominfo, video tersebut sama sekali tidak terkait dengan peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang. Faktanya, video tersebut merupakan rekaman Black Box Pesawat Air Asia QZ 8501 pada tanggal 9 Januari 2015.



Kominfo menilai, konten video tersebut bila dilihat dari YouTube langsung tidak bisa dikatakan hoaks karena tidak ada disinformasi dan tidak ada unsur menyesatkan.

"Akan tetapi apabila di-share ulang ke sosmed dengan deskripsi atau dihubungkan dengan kejadian kecelakaan pesawat JT-610, baru akan menjadi konten Hoax," tulis Komifo dalam keterangannya.

Kabar hoaks selanjutnya yang ditemukan oleh Kominfo yakni berupa rekaman dari Black Box dari jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. Dari penelusuran Kominfo, rekaman itu tidak benar karena rekaman Black Box yang diunggah itu merupakan milik pesawat Adam Air Flight 574 rute penerbangan Surabaya-Manado, bukan rekaman Black Box dari Lion Air JT 610.



Ferdinandus Setu selaku Plt. Kepala Biro Humas Kominfo sebelumnya sudah mengingatkan agar warganet hati-hati dengan jarinya di media sosial atau bisa terancam hukuman karena melanggar UU ITE. 

"Kami ingatkan kembali bahwa setiap aktivitas kita di ruang siber cyber space, termasuk aktivitas mendistribusikan, mentransmisikan dan membuat dapat diaksesnya Informasi hoaks diatur dengan UU RI No 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)," sebut dia.

Sementara, kabar hoaks seputar Lion Air JT 610 paling banyak beredar di media Twitter. Dan sosok yang berhasil meredam sekaligus mengklarifikasi kabar tidak benar tersebut adalah @Sutopo_PN.

Mengutip laporan dari Drone Emprit (DE) dengan menggunakan kata kunci “Lion Air” dan memfilternya dengan kata 'hoax, politisasi, dipolitisir' menampilkan grafik tren dan volume, data yang berhasil ditangkap DE kebanyakan dari Twitter. 



Facebook hanya sampling beberapa Page sehingga percakapan di timeline individu tidak tertangkap. Twitter menghasilkan 7.8k mention, berita online 192 mention, YouTube 57 video, Facebook 54 status, dan Instagram 77 mention.

Ada tiga kabar hoaks yang paling banyak diperbincangkan sejak peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. Dari ketiganya, semua didebunk atau diklarifikasi oleh akun @Sutopo_PN. Publik paling banyak mendengar klarifikasi dari akun ini, terlihat dari tingginya jumlah retweet dan favorit.

Tag: berita hoaks era melawan hoaks kemkominfo lion air jatuh

Bagikan: