Honeymoon Habis Nikah, Apa Sih Manfaatnya?

Tim Editor

Ilustrasi (era.id)

Jakarta, era.id - Beberapa hari setelah resepsi pernikahan, Junior Purwanto (25) seorang pengusaha Pizza Nusantara bersama istri bertolak menuju Pulau Dewata, Bali untuk honeymoon alias berbulan madu. Setelah Bali, mereka lanjut ke Kota Malang. 

Bulan madu ke Bali ini diperoleh secara cuma-cuma karena mengambil paket wedding dari pihak gedung tempat acara pernikahan. Kalau ditotal, mereka menghabiskan momen berbulan madu selama satu minggu. 

"Di Bali 3 hari 2 malam, di Malang 3 hari 2 malam juga," kata Junior bercerita kepada era.id beberapa waktu lalu.

Saat bulan madu ini, mereka mengunjungi banyak tempat untuk wisata, kulineran hingga tempat fancy. Junior mengaku sangat menikmati momen bulan madunya itu. Baginya, bulan madu sangat diperlukan dalam kehidupan rumah tangga.

Dan urusan bulan muda bukan cuma untuk para pengantin baru, tapi baik juga untuk pasangan yang sudah lama mengarungi bahtera rumah tangga.

"Karena banyak banget hal yang tidak terbiasa dan terpikirkan itu akan terjadi pada orang yang udah berumah tangga, dan honeymoon bisa jadi penetralisir kamu dan pasangan kamu," kata Junior. 

Dengan berbulan madu, kata dia, bisa merelaksasi diri dari hingar bingar kehidupan sehari-hari. 

"Honeymoon menurut saya beda dari liburan biasa bareng teman-teman atau keluarga sih. Ini kayak, kamu lebih menikmati waktu sama orang tercinta, dan efeknya beda banget sama liburan biasa. Abis itu dengan honeymoon kamu juga bisa tahu sifat, watak, kelakuan, dan lainnya dari pasangan kamu lebih dalam lagi," jelas Junior.


Ilustrasi (Pixabay)

Honeymoon mulai dikenal sejak abad 16 di Eropa. Maksud kata ini merujuk kepada satu bulan pertama pernikahan yang semuanya akan terasa manis dan indah.

Dan, memang benar, momen bulan madu adalah hal yang penting bagi sebuah pasangan. Psikolog Tika Bisono menganggap ini penting karena momen ini akan membuat satu pasangan lebih menyatu satu sama lain.

"Ini super penting. Karena ini membuat ada keterikatan. Honeymoon itu kayak another commitment done by the couple," kata Tika.

Selain itu, menurut Tika momen bulan madu ini juga dapat dimanfaatkan oleh pasangan yang baru menikah untuk menentukan rencana setelah melakukan pelaminan. 

"Walaupun enggak mungkin juga selesai dalam tujuh hari honeymoon tapi paling enggak dalam kondisi bersenang-bersenang, jadi penuh semangat kan bicarain masa depan. Beda setelah lima tahun, sepuluh tahun ngomongin masa depannya sambil cemberut," kata Tika sambil berkelakar. 


Ilustrasi (Pixabay)

Honeymoon menjadi alat pompa semangat yang baik. Makanya, honeymoon menjadi bagian dari paket pernikahan yang sering ditawarkan wedding organizer. 

Karena si pasangan baru bisa menghabiskan waktu hanya berduaan, setelah sebelumnya dikelilingi oleh keramaian orang-orang yang turut senang saat merayakan momen pernikahan mereka. 

"Itu adalah momen yang spesial," kata Tika. 

Hasrat saat honeymoon

Pasangan yang baru menikah biasanya memiliki tingkat rasa cinta yang tinggi. Ditandai dengan gairah yang menggebu-gebu. Perasaan cinta yang bergairah itu memiliki manifestasi fisik, seperti merasakan kasmaran atau jantung berdebar-debar. Setidaknya hal itu merupakan hasil penelitian kandidat Profesor ilmu Psikologi dari Manmouth University, Gary W. Lewandowski seperti dilansir Scientific American.

Penelitian lain juga mengungkapkan, ketika seorang wanita jatuh cinta memikirkan pasangan mereka, pada saat itu ada peningkatan kadar hormon pencegah stres, hormon kortisol.

Sejoli yang gairahnya sedang meningkat di awal pernikahan, memiliki tingkat faktor pertumbuhan saraf (NGF) yang lebih tinggi, protein yang membantu perkembangan fungsi neuron, dibandingkan dengan orang yang masih jomblo. Namun peningkatan-peningkatan proses kimiawi dalam otak tersebut bersifat sementara. 


Ilustrasi (Pixabay)

Perubahan fisiologis yang terjadi itu tidak lama terjadi, mungkin karena pasangan mulai terbiasa dengan pasangannya seiring berjalannya waktu.

Tapi jangan sedih dulu, penelitian itu juga menunjukan bahwa beberapa pasangan dapat mempertahankan perasaan yang didapat saat honeymoon itu. Caranya yakni dengan menantang hubungan mereka dengan kegiatan-kegiatan baru yang belum pernah dilakukan seperti bersepeda bersama, atau mengunjungi tempat mistis bersama. Intinya melakukan kegiatan baru yang belum pernah dilakukan bersama-sama.

Jadi, pergilah honeymoon setelah menikah, ini baik untuk kamu!

Tag: era-nya nikah milenial

Bagikan: