Males Belanja Desak-desakan, Coba JasTip Aja

Tim Editor

Diskon lebaran produk kecantikan (Mery/era.id)

Jakarta, era.id - Biasanya, jelang-jelang Hari Raya, pusat-pusat perbelanjaan akan ramai dan menawarkan potongan harga yang menarik. Sudah pasti, diskon harga akan menarik antusiasme masyarakat untuk datang.

Tapi, kalau pusat perbelanjaan juga terlalu ramai, biasanya sebagian orang justru malah malas datang. Apalagi kalau sampai desak-desakan dan harus berebut barang dengan orang lain.

Kondisi ini justru bisa jadi peluang bisnis menggiurkan buat mereka yang jeli. Soalnya bisa meraup omzet pendapatan yang fantastis. Sebuah peluang usaha bagi kamu yang gemar berbelanja.

JasTip atau jasa titip merupakan sebuah peluang usaha baru bermodalkan teknologi. Hanya dengan memegang smartphone dan mengandalkan hasil foto, Anda bisa mengantongi omzet hingga ratusan juta rupiah per bulan.



Riri misalnya. Di antara keramaian Jakarta Fair, ia sibuk membongkar isi tas kopernya. Riri bukannya sedang ingin pergi liburan dengan mengisi penuh kopernya dengan produk-produk kecantikan. Dia sedang mensortir barang titipan belanjaan yang telah dibeli.

"Ini jastip (jasa titip) kak. Barang belanjaan titipan temen-temen," kata Riri kepada era.id di Jakarta Fair, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (30/5/2019).

Semua bermula dari kegemarannya berbelanja dan membantu kerabat yang minta dibelikan produk-produk kecantikan. Kini Riri mantap jadi seorang personal shopper atau penyedia jasa titip barang belanja.

Ia mengaku, dalam sebulan bisa mengantongi omzet dari ratusan ribu rupiah sampai jutaan melalui JasTip. "Jadi setiap produk yang dipesan kena biaya tambahan atau upah beli buat kita," kata Riri.

Tak masalah baginya berdesak-desakan di antara keramaian pembeli lainnya untuk mendapatkan barang pesanan yang sedang diskon. Riri hanya memanfaatkan akun media sosialnya untuk meng-upload foto barang-barang yang akan dibeli dari satu tempat ke Instagram. Setelah itu tinggal menunggu pesanan dari pembeli.

"Proses kerjanya, hanya perlu meng-upload foto, kemudian jika ada pesanan, kita totalkan dulu semua harga termasuk biaya ongkir dan jastip. Setelah uang ditransfer oleh pembeli baru kita akan pergi membeli barang tersebut ke Jakarta Fair misalnya," sebut Riri.



Bisnis JasTip ini berkembang dengan melihat perkembangan tren dan produk yang sedang booming. Target pengguna JasTip ini adalah mereka yang berhalangan keluar rumah atau malas berbelanja karena ramainya pusat-pusat perbelanjaan. 

Ada yang menyambut positif usaha bisnis semacam ini. Tapi enggak sedikit juga yang tetap memilih berbelanja langsung untuk mendapatkan barang sesuai keinginan tanpa memesan lewat orang lain atau jasa titip.

"Kalau barang-barang elektronik seperti TV, HP atau laptop lebih seringnya beli langsung biar bisa tahu kondisi barangnya. Tapi kalau ada temen yang ke luar negeri misalnya, biasanya sih kita nitip beliin," kata Fajar Hidayat (25).

Lain lagi dengan Intan, dirinya lebih memilih belanja langsung datang ke toko untuk mendapatkan barang yang diinginkannya, daripada menitipkan pesanan ke orang lain.

"Jarang beli barang online juga. Jadi kalau jastip kurang percaya saja. Kadang harganya lebih mahal daripada beli langsung misalnya," tutur Intan yang pernah merasa kecewa dengan barang pernah dibelinya dari jastip.

Tag: belanja online kecantikan

Bagikan: