Bridezilla: Harga Yang Besar untuk Sebuah Obsesi

Tim Editor

Cuplikan film Bridezilla (Foto: Istimewa)

Jakarta, era.id - Bila mendengar nama Bridezilla, kemungkinan yang ada di pikiran kita adalah makhluk besar seperti Godzilla yang siap menghancurkan siapa saja. Tapi, Bridezilla tak ada hubungannya dengan Godzilla. 

Bridezilla adalah sebuah istilah untuk para pengantin yang mendadak stres menjelang acara resepsi pernikahannya. Obsesi membuat hari spesial itu menjadi sempurna, yang kemudian membuat beberapa pengantin menjadi tertekan sehingga berimbas kepada orang sekitarnya.

Hal itulah yang coba diangkat Visinema sebagai produser film Bridezilla. Semua tekanan itu disuguhkan melalui sudut pandang wedding organizer (WO) yang menjadi pihak pertama yang paling sering mendapatkan imbas stres para pengantin tersebut. 

Awalnya proyek ini adalah konten yang dipersiapkan untuk web series. Namun karena kontennya yang universal dan cukup light, maka pihak produser, sutradara, dan penulis naskah setuju untuk menaikkannya di levelnya ke layar bioskop.


Poster Bridezilla (Foto: Istimewa)

Film ini disutradarai oleh Andibachtiar Yusuf (Love For Sale) yang naskahnya ditulis oleh Lucky Kuswandi dan Fai Tirtha. Sementara di jajaran para aktris dan aktor di antaranya terdiri dari Jessica Milla, Sheila Dara Aisha, Rio Dewanto, Rafael Tan, Widyawati, Rukman Rosadi, Aimee Saras, dan Lucinta Luna.

Filmnya dimulai ketika Dara (Jessica Mila) selalu punya impian untuk mewujudkan pernikahan sesuai harapannya dan berusaha mewujudkannya setelah dewasa. Ia memulainya dengan membuat WO bersama sahabatnya Key (Sheila Dara Aisha) dan Aang (Rafael Tan). Sayang WO-nya menjadi sorotan tajam akibat kesalahan yang terjadi ketika menyiapkan pernikahan seorang pesohor Lucinta (Lucinta Luna). WO miliknya tersebut terancam bangkrut dan tutup.

Di tengah keterpurukannya, Alvin (Rio Dewanto) memberikan kejutan dengan melamar Dara. Berkat Alvin, Dara berusaha untuk mengangkat kembali reputasi wedding organizer miliknya agar menjadi WO of The Year dan membuat pesta pernikahannya menjadi pesta terbaik tahun tersebut versi majalah Wedding Star milik Tante Ana (Widyawati).

Tante Ana yang perfeksionis pun memberikan syarat khusus kepada Dara. Berani mengorbankan persahabatannya dengan Key dan kisah cintanya dengan Alvin.

Plot yang disuguhkan dan ditulis oleh Lucky dan Fai secara keseluruhan sangat light dan bisa dinikmati dengan baik. Meskipun agak sedikit kurang bumbu di bagian ending cerita tersebut. 

Arahan sang sutradara kepada para aktor dan aktris pun terbilang cukup baik. Hal itu juga diimbangi dengan akting memukau dari Jessica Mila dan Key yang menunjukkan kedekatan mereka sebagai sahabat maupun rekan bisnis. Begitu pula dengan penampilan Rio Dewanto yang memukau meski terpaut jarak yang cukup jauh dengan pasangannya Jessica Mila.

Akting yang paling memikat adalah penampilan Widyawati. Aktris senior tersebut menampilkan sosok karakter yang belum pernah ia mainkan sebelumnya. Tampil sebagai seorang perfeksionis, angkuh dan keras, membuatnya menjadi pusat perhatian. Ditambah dengan hadirnya Lucinta Luna yang menjadi bumbu komedi yang membuat beberapa penonton terpingkal setiap ia masuk dalam frame kamera, meski hanya tampil dalam tiga kali gambar dalam film tersebut.
 


Obsesi dari sudut wanita

Impian ingin menikmati pernikahan yang sempurna setiap wanita menjadi sorotan yang ingin diangkat oleh para penggagas cerita ini. Meski sang sutradara dan penulis naskahnya terdiri dari laki-laki yang biasa membuat film maskulin, di film ini sudut pandang perempuannya sangat kentara. Hal tersebut bisa terlihat tentang keinginan terbesar seorang perempuan untuk pesta pernikahannya.

Semua cerita di film ini banyak memperlihatkan obsesi tentang pernikahan idamannya. Obsesi itu diceritakan lewat adegan Dara ketika masih kecil. 

Obsesi ini pun terbawa sampai Dara mempersiapkan pesta pernikahan Lucinta. Ia berharap pesta resepsi ini dapat mengangkat nama WO-nya agar dihormati oleh para pesohor negeri ini. 

Cerita baru berkonflik ketika Dara melangsungkan pernikahan. Dia harus mengurangi jumlah undangan keluarga dan menggantinya dengan para pesohor negeri. 

Secara umum, tema film ini universal, karena membicarakan arti persahabatan dan keluarga. 

Bridezilla akan segera dinikmati di layar bioskop mulai 1 Agustus 2019 mendatang. Selamat menikmati.

Tag: film indonesia resensi film

Bagikan: