Mengenal Jenis Penyakit Autoimun yang Diidap Ashanty

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Ashanty. (Instagram @ashanty_ash)

Bandung, era.id - Baru-baru ini pemberitaan selebritas tanah air disuguhi oleh istilah autoimun. Istilah ini muncul ketika Ashanty, istri Anang Hermansyah, diperiksa kesehatannya. Lalu apa yang dimaksud autoimun?

Autoimun merupakan penyakit yang terkait dengan sistem pertahanan tubuh atau antibodi. Setiap makhluk hidup pasti memiliki sistem pertahanan otomatik ini, termasuk manusia. Jadi pada dasarnya, manusia tidak butuh obat karena memiliki obat sendiri di dalam tubuhnya, yakni sistem antibodi. Jadi jangan heran, jika ada orang sakit yang bisa sembuh sendiri, walaupun tidak minum obat atau ke pergi dokter.

Namun orang membutuhkan pertolongan dokter manakala sistem pertahanan tubuhnya terganggu. Gangguan ini antara lain bisa terjadi karena penyakit autoimun.

Dokter dari Divisi Reumatologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/Hasan Sadikin Bandung, dr Rachmat Gunadi mengatakan autoimun adalah gangguan yang terjadi pada sel imun di dalam tubuh.

Penyakit autoimun terdiri lebih dari 100 macam, termasuk lupus, kanker, HIV/Aids, dan lain-lain. Masing-masing penyakit memiliki sifat yang berbeda-beda, meski sama-sama berkaitan dengan dengan masalah sel-sel pertahanan tubuh.


Ilustrasi (Rawpixel/Pixabay) 

Ada penyakit autoimun yang pertahanan tubuhnya kurang atau lemah, ada pertahanan tubuh yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya, ada juga pertahanan tubuh yang berlebih dan menyerang sel-sel tubuhnya sendiri. Misalnya orang yang hidup dengan lupus (Odhapus), dia sebetulnya tidak kekurangan antobodi.

"Dia (lupus) justru antibodinya overproduksi, sehingga bukannya memberi manfaat malah jadi masalah untuk tubuhnya," terang dr Rachmat Gunadi W., SpPD-KR, saat wawancara dengan era.id, beberapa waktu lalu.

Dokter yang konsen pada penyakit lupus tersebut mengibaratkan sel-sel pertahanan tubuh pada odhapus sebagai lalu lintas di mana banyak sel yang melawan arus, sehingga terjadi tabrakan antar sel dan menimbulkan penyakit.

"Penyakit autoimun termasuk lupus akibat dari ketidakmampuan (sel pertahanan tubuh) untuk membedakan mana kawan mana lawan, mana perkembangan sel dan mana non-sel. Itu bisa terjadi karena memang sistem tubuhnya itu terlalu aktif," terangnya.

Beda dengan HIV/Aids di mana sistem imunnya terganggu dan fungsinya menurun karena faktor infeksi virus. Karena itu sel sistem imunnya tidak bergerak, sehingga tubuh mudah terinfeksi penyakit.

Pada kasus kanker, beda lagi masalahnya. Rachmat Gunadi bilang, sistem imun berfungsi mengeliminir sel-sel tua dan sel yang berprilaku menyimpang pada tubuh. Namun pada kasus kanker, sistem imun ini tidak berfungsi dengan baik, sehingga si sel-sel tua dan sel yang prilakunya aneh tumbuh berlebihan dan membentuk sel kanker.

Ada pula penyakit autoimun yang khusus menyerang sistem saraf di otak. Namanya multiple sclerosis. Penyakit ini membuat orang mudah lupa atau pikun dan tidak bisa berpikir.

"Jadi beda konsepnya, walaupun sama-sama prinsip dasarnya gangguan sistem imun. Kalau lupus atau autoimun disamakan dengan HIV dan kanker, memang ada kesamaannya, yakni sama-sama mengenai imun," terangnya.

Tag: kesehatan

Bagikan: