Memaknai Sumpah Pemuda dengan Menonton Film-film ini!

Tim Editor

Foto perayaan Hari Sumpah Pemuda tahun 2016 (dok. Setkab)

Jakarta, era.id - Besok tepatnya tanggal 28 Oktober, kita akan merayakan Hari Sumpah Pemuda. Sejak 91 tahun lalu, rasa senasib para pemuda membuat mereka bersatu dan mendeklarasikan bersama. 

Saat itu, Sugondo Djojopuspito (PPPI) yaitu ketua, Djoko Marsaid (Jong Java) sebagai wakil ketua, Moh. Yamin (Jong Sumatranen Bond) sebagai sekretaris, serta Amir Sjarifuddin (Jong Batak) sebagai bendahara berkumpul di Jakarta dan menyatakan berbagai kesepakatan untuk pentingnya persatuan pemuda. Istilah Sumpah Pemuda pun diberikan setelah deklarasi tersebut.

Di zaman sekarang, ada banyak cara untuk memaknai hari Sumpah Pemuda. Salah satunya dengan menonton film-film Indonesia. Sampai saat ini, banyak rilisan film yang tidak cuma dibintangi tetapi juga diproduksi oleh pemuda kita. 

Film-film ini jadi bukti bahwa Indonesia memiliki banyak pemuda yang bisa memajukan negara dengan ceritanya sendiri. Buat kamu yang ingin tahu, tim Era.id punya beberapa rekomendasinya buat kamu!


Sokola Rimba (2013)

Film yang disutradarai oleh Riri Riza ini memulai cerita dengan seseorang bernama Butet Manurung (Prisia Nasution) yang meninggalkan kehidupannya di Jakarta demi mengajar anak-anak di pedalaman. Butet lalu mendirikan sebuah sekolah yang ia beri nama Sokola Rimba. Butet ingin anak-anak di pedalaman juga menerima bekal pendidikan yang mencukupi meskipun terhalang oleh adat istiadat dan sosial yang keras.
 


Film ini mencoba membuka mata bahwa generasi muda adalah generasi mendatang yang diharapkan. Melakukan perubahan tidak melulu soal ukurannya mau itu besar atau kecil karena perubahan kecil pun bisa tetap perubahan. Sosok Butet Manurung adalah sosok yang menginspirasi anak muda untuk melakukan perubahan untuk masa depan yang lebih indah. Film ini sudah bisa kamu saksikan lewat aplikasi streaming Netflix dan Hooq.


Gie (2005)

Film yang mengubah karier Nicholas Saputra ini memang wajib dibicarakan jika membahas soal pemuda. Kembali disutradarai oleh Riri Riza, sosok Soe Hok Gie (Nicholas Saputra) digambarkan sebagai seorang aktivis yang ingin memperjuangkan kemerdekaan sejati. Berangkat dari situ, niatnya ingin menggulingkan rezim Sukarno dan mencapai tujuan-tujuan lainnya.
 


Wajar saja jika film ini menerima Piala Citra untuk kategori Film Terbaik. Plot cerita yang rapi dan masih relevan hingga saat ini membuat Gie selalu bisa ditonton berulang kali. Selain itu, sinematografi yang cantik dan akting Nicholas Saputra perlu diacungkan jempol. Film Gie bisa kamu tonton lewat aplikasi streaming Netflix.


Istirahatlah Kata-Kata (2016)

Wiji Thukul (Gunawan Maryanto) adalah aktivis yang melakukan pelarian ke Pontianak untuk menghindari pengejaran. Ia bersembunyi untuk delapan bulan. Di tengah pelariannya itu, Ia masih menulis puisi dan cerita-ceritanya di bawah nama pena. Perjuangan Wiji bersama teman-temannya adalah poin penting dari film ini.
 


Film karya Yosep Anggi Noen ini memang minim dialog tetapi masih bisa dinikmati. Meskipun sampai saat ini, kasus Wiji Thukul belum pernah terungkap, tetapi film Istirahatlah Kata-Kata menjadi pengingat sekaligus pembelajaran bagi anak muda. Jangan pernah takut untuk menyuarakan kebenaran mungkin menjadi pesan yang tepat dari film ini.


Cahaya Dari Timur: Beta Maluku (2014)

Sani Tawainella (Chicco Jerikho) melihat kerusuhan Maluku yang tidak kunjung usai. Kerusuhan itu bahkan membuat anak-anak kecil juga ikut serta dalam kerusuhan. Melihat hal tersebut, Sani membentuk sebuah tim sepak bola yang bisa mengantarkan mereka menjadi harapan bagi Maluku di ajang nasional. Tetapi, keputusannya menyatukan anak-anak dari berbagai agama justru menjadikan konflik yang bisa memisahkan tim buatannya tersebut.
 


Cahaya Dari Timur: Beta Maluku mungkin menjadi salah satu film bertema olahraga terbaik yang pernah ada. Ceritanya yang rapi dan sangat relevan seperti keberagaman agama menjadi hal menarik bagi film arahan Angga Sasongko ini. Pada momentum seperti ini, film seperti Cahaya Dari Timur: Beta Maluku merupakan pengingat bagi kita para pemuda untuk menghargai pilihan satu dengan lainnya. Film ini bisa kamu saksikan lewat aplikasi streaming Netflix.


Bebas (2019)

Berawal dari pertemuan Kris (Susan Bachtiar) dan Vina (Marsha Timothy) di rumah sakit, Vina bertekad mempertemukan teman-teman dalam gang Bebas. Kehidupan masa remaja yang indah mengingatkan mereka akan mimpi yang tertunda. Akhirnya, mereka berusaha mewujudkan impian yang pernah mereka tinggalkan.
 


Bebas membawa cerita soal menemukan jati diri. Hidup memang tidak selamanya menyenangkan, tetapi terkadang kita harus mengapresiasi apa yang terjadi di dalam hidup kita. Karena dibalik buruknya sebuah pengalaman, mereka selalu membawa pelajaran penting. Jangan lupa bahwa kita adalah pemeran utama dalam cerita kita sendiri. Film ini masih bisa kamu saksikan di bioskop tanah air.

Apa kamu punya film Indonesia tentang masa muda yang kamu suka? Yuk bagikan ke kami.

Tag: hari film nasional 2018 film indonesia hari sumpah pemuda

Bagikan: