Cara Meditasi Mandiri di Rumah Agar Bebas Stres

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Ilustrasi (Binja69/Pixabay )

Bandung, era.id – Banyak cara yang bisa dilakukan untuk melakukan relaksasi agar terhindar dari stres. Salah satunya dengan meditasi. Meditasi sebetulnya bisa dilakukan sendiri di rumah atau di mana saja tanpa bantuan instruktur.

Psikolog Gema Gumelar memberikan tips mudah melakukan meditasi berdasarkan pengaturan pernapasan. Langkah awal meditasi ini adalah mencari tempat yang tenang atau sepi, lalu mengambil posisi yang nyaman, misalnya tiduran atau duduk bersila. Jika meditasi bersila, disarankan agar punggung bisa bersandar.

"Posisi tubuh saat duduk maupun tidur harus dibuat senyaman mungkin," kata Gema Gumilar di Bandung, beberapa waktu lalu.

Jika kamu sudah mendapatkan posisi yang nyaman, mulailah melakukan pernapasan dalam, yaitu dengan menarik napas dari hidung dan disimpan di perut. Manusia biasanya melakukan pernapasan pendek dengan dada. Bahkan jika sedang marah, dia akan bernapas cepat dan pendek-pendek dengan dada naik turun.

Pernapasan selama meditasi dilakukan sambil menutup mata. Prosesi ini sebaiknya diiringi musik yang cocok buat relaksasi, biasanya musik instrumental atau klasik. Tetapi seandainya tidak memungkinkan sambil dengar musik, jangan khawatir karena tanpa musik pun sebenarnya meditasi masih bisa jalan. Sebab yang perlu diperhatikan dalam meditasi ialah mengatur pernapasan. Pikiran fokus pada pernapasan.

Lantas bagaimana teknik pernapasannya? Gema bilang, cara pernapasan dalam berbeda dengan pernapasan biasa. Napas harus dilakukan sepanjang mungkin, hitungannya kurang lebih 5 detik sampai perut mengembung. Setelah itu, napas harus ditahan dahulu di perut selama kurang lebih 3 detik, setelah itu hembuskan lewat mulut selama 5 detik.


Ilustrasi (Shahariar Lenin/Pixabay) 

Durasi tersebut bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Yang penting dilakukan secara berulang-ulang. Bagi yang belum biasa, mungkin melakukan teknik pernapasan dalam mungkin akan terasa capek. Selama mengatur pernapasan, biarkan pikiran mengalir tanpa perlu kita kendalikan. Biarkan kita mengamati pikiran-pikiran kita yang melintas, posisikan kita sebagai pengamat pikiran itu sambil tetap fokus pada pernapasan.

Lama melakukan meditasi pun disesuaikan dengan kebutuhan, bisa 5-10 menit atau lebih. Setelah dirasa cukup, kamu boleh membuka mata. Hasilnya, biasanya kamu akan merasa seperti baru bangun tidur. Ngomong-ngomong soal tidur, itu juga salah satu relaksasi terbaik lho.

Gema menjelaskan mengapa orang perlu melakukan relaksasi, karena setiap hari manusia menghadapi banyak pikiran (over stimulasi). Pikiran muncul dari apa yang kita lihat, dengar, dan rasakan. Misalnya, berangkat kerja kita menghadapi hujan atau panas, lalu lintas yang macet dan bising.

Bahkan saat istirahat kerja, kita membuka media sosial atau online shop, dan banyak sekali barang yang belum dimiliki dan ingin membelinya. Atau saat masuk Instagram, kita melihat feed mantan. Itu semua menjadi stimulasi pikiran yang bisa memicu stres.

"Dengan meditasi dan melatih pernapasan, kita belajar fokus pada diri sendiri, kita menjadi pengamat pikiran-pikiran kita sendiri. Latihan pernapasan merupakan latihan fokus. Kita sering kali hadir di suatu tempat tapi pikiran kita tidak hadir di tempat itu, pikiran kita melayang ke masa lalu atau ke masa depan yang belum kita lakukan," terang Gema.

Relaksasi merupakan bagian dari manajemen stres. Tanpa manajemen, stres akan berubah menjadi depresi. Jika sudah depresi, orang akan mudah melakukan hal-hal negatif, bahkan tubuh pun bisa menjadi sakit.

“Apa yang kira pikirkan akan nyambung ke tubuh. Pikiran dan tubuh satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan,” tandas Gema.

Tag: kesehatan mental

Bagikan: