Tanjung Pinang, Tempat Sempurna Untuk Menikmati Gerhana

Tim Editor

Gerhana Matahari (Pixabay)

Bandung, era.id – Dalam waktu dekat, publik akan menghadapi fenomena langka nan unik gerhana matahari cincin. Menyambut gejala astronomi tersebut, Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB) menyiapkan tim riset dan pengamatan. Tanjung Pinang dipilih sebagai lokasi pengamatan gerhana yang akan berlangsung 26 Desember 2019.

Staf peneliti Observatorium Bosscha ITB, Yatni Yulianti, mengatakan Tanjung Pinang dipilih sebagai lokasi pengamatan karena daerah di Kepulauan Riau tersebut menjadi jalur gerhana matahari cincin. Tidak semua wilayah di Indonesia yang dilalui gerhana tersebut. “Ada satu titik yang dilalui gerhana matahari cincin, salah satunya di Tanjung Pinang,” jelas Yatni, kepada era.id, Rabu (11/12/2019).

Rencananya, tim ekspedisi Bosscha ITB akan berangkat ke Tanjung Pinang tanggal 23 Desember 2019. Yatni sendiri bakal ikut rombongan. Tim ekspedisi ini terdiri dari peneliti Bosscha dan program studi Astronomi ITB. Total anggota ekspedisi ada 11 orang.

Tanggal keberangkatan dipilih lebih awal agar leluasa dalam melakukan persiapan pengamatan, termasuk sosialisasi kepada masyarakat di sana. Diharapkan masyarakat ikut mengamati bersama. Sebelum berangkat, pihak Bosscha sudah menjalin kontak dengan otoritas terkait di Tanjung Pinang.

Agustus lalu, kata Yatni, peneliti Bosscha ITB juga sudah pernah ke Tanjung Pinang dalam rangka riset dan sosialisasi soal pendidikan astronomi, yakni berupa pelatihan pada guru. Pada kunjungan tersebut juga dibicarakan persiapan menyambut gerhana matahari cincin.

Selain itu, kata Yatni, ada yang unik di Tanjung Pinang, yakni soal astronomi dan kebudayaannya. “Kami juga ketahui di sana banyak sekali sumber pengetahuan astronomi dalam kebudayaannya, sejarahnya. Kami ingin menggali juga masalah tersebut,” terang Yatni.

Menurut literatur, Tanjung Pinang tercatat pernah dilalui gerhana matahari total sekitar tahun 1800-an. Hal ini juga dicatat dalam sejarah dan kebudayaan Tanjung Pinang.

Bagi warga di luar Tanjung Pinang yang tidak kebagian fenomena langka gerhana matahari cincin, tim ekspedisi juga akan menayangkan pengamatan melalui live streaming di Youtube.

Mengenai jalur gerhana matahari cincin di Indonesia, Yatni menjelaskan memang tidak semua daerah di Indonesia bisa mengamati gerhana matahari cincin. Menurut data Bosscha ITB, daerah di Indonesia yang terlintasi gerhana matahari cincin adalah Sibolga, Duri, Batam, Putussibau, Bengkalis, Tanjung Pinang, Lasan, Padang Sidempuan, Siak Sri Indrapura, Singkawang, Tanjung Selor. Di luar daerah tersebut, gerhana hanya terlihat sebagian seperti Medan, Pekanbaru, Pontianak, Padang, Bandung, Jakarta, Surabaya, Denpasar, Makassar, Ternate, Sorong.

“Jadi untuk daerah di Jawa, gerhana sebagian saja. Termasuk nanti di Lembang (Bosscha) dan Jakarta,” kata Yatni.
 

Bagikan: