Gerhana Matahari Cincin Bisa Dinikmati Warga di Sekitar Garis Khatulistiwa

Tim Editor

Gerhana Matahari (Pixabay)

Jakarta, era.id - Fenomena gerhana matahari cincin (GMC) akan bisa disaksikan di 25 wilayah di Indonesia pada hari ini, Kamis (26/12/2019) siang. Selain itu, beberapa daerah lainnya bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian. 

Menurut BMKG, fenomena gerhana matahari cincin di Indonesia diawali berupa gerhana matahari sebagian, diprediksi akan dimulai pukul 12.15 WIB. Selanjutnya, pada pukul 12.17 WIB, akan memasuki fase puncak. Waktu puncak ini dianggap sebagai waktu terbaik untuk mengamati fenomena GMC. Fenomena gerhana matahari cincin akan berakhir di Indonesia pada pukul 12.19 WIB. Hanya daerah di sekitar garis khatulistiwa yang bisa menikmati Gerhana secara sempurna. 

Beberapa wilayah yang bisa menyaksikan gerhana berdasarkan rilis BMKG, ada 25 kabupaten/kota, yaitu: Sinabang, Singkil, Sibolga, Pandan, Tarutung, Padang Sidempuan, Sipirok, Gunung Tua, Sibuhuan, Pasir Pengaraian, Dumai, Bengkalis, Siak Sri Indrapura,  Selat Panjang, Tanjung Pinang, Tanjung Balai Karimun, Batam, Bandan Seri Bentan, Mempawah, Singkawang, Sambas, Bengkayang, Putussibau, Tanjungselor, dan Tanjungredep.

Baca Juga: Tanjung Pinang, Tempat Sempurna Untuk Menikmati Gerhana

Sementara itu, Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB) menyiapkan tim riset dan pengamatan. Tanjung Pinang dipilih sebagai lokasi pengamatan gerhana yang akan berlangsung 26 Desember 2019.

Staf peneliti Observatorium Bosscha ITB, Yatni Yulianti, mengatakan Tanjung Pinang dipilih sebagai lokasi pengamatan karena daerah di Kepulauan Riau tersebut menjadi jalur gerhana matahari cincin. Tidak semua wilayah di Indonesia yang dilalui gerhana tersebut. “Ada satu titik yang dilalui gerhana matahari cincin, salah satunya di Tanjung Pinang,” jelas Yatni, kepada era.id, Rabu (11/12).

Selain itu, kata Yatni, ada yang unik di Tanjung Pinang, yakni soal astronomi dan kebudayaannya. “Kami juga ketahui di sana banyak sekali sumber pengetahuan astronomi dalam kebudayaannya, sejarahnya. Kami ingin menggali juga masalah tersebut,” terang Yatni.

Menurut literatur, Tanjung Pinang tercatat pernah dilalui gerhana matahari total sekitar tahun 1800-an. Hal ini juga dicatat dalam sejarah dan kebudayaan Tanjung Pinang.

Bagi warga di luar Tanjung Pinang yang tidak kebagian fenomena langka gerhana matahari cincin, tim ekspedisi juga akan menayangkan pengamatan melalui live streaming di Youtube.

Tag: eranusantara

Bagikan: