Pembalap Formula E Terciduk Pakai Joki

Tim Editor

Daniel Abt (Autosport)

Jakarta, era.id - Pembalap tim Audi, Daniel Abt kedapatan menggunakan joki untuk membantunya di balap virtual Race at Home Challenge Formula E. Seperti yang sudah-sudah, setelah ketahuan, Abt baru menyatakan permohonan maaf pada Minggu, satu hari setelah seri kelima balap virtual itu digelar.

Pembalap berusia 27 tahun asal Jerman itu didiskualifikasi dan diharuskan membayar denda 10.000 euro (Rp163 juta) untuk amal, serta terancam kehilangan posisinya sebagai pembalap utama tim Audi di dunia nyata.


Daniel Abt (Autosport)

"Integritas, transparansi, dan kepatuhan yang konsisten dengan aturan yang diterapkan adalah prioritas utama bagi Audi. Ini berlaku untuk segala kegiatan di mana brand ini terlibat tanpa pengecualian," tulis pernyataan Audi seperti dikutip Reuters, Rabu (27/5/2020).

Tim Audi Sport telah memutuskan menskors Daniel Abt.

Abt, yang pernah juara di balapan sebenarnya, finis ketiga di sirkuit virtual Berlin Tempelhof, Jerman akhir pekan lalu. Namun, para rival curiga bukan dia yang ada di balik kemudi simulator.

Pembalap Mercedes Stoffel Vandoorne, yang finis kedua, curiga dan mencoba menelepon Abt namun tak mendapat respon. Di balapan itu pula wajah Abt tak tampak di layar di mana para pembalap Formula E lainnya terlihat di balik simulator mereka.
 


Penyelenggara mengecek IP address para kompetitor dan mendapati seorang gamer profesional, Lorenz Hoerzing yang menjalani balapan bagi Abt hari itu. Selain dikenai denda, seluruh poin yang Abt raih juga dihapus.

"Saya sangat menyesal tentang ini karena saya tahu berapa besar kerja keras yang telah dilakukan untuk proyek yang menjadi bagian dari Formula E ini. Saya sadar jika perbuatan saya memiliki dampak yang pahit tapi saya tak pernah bermaksud buruk," kata Abt di akun Twitternya. Namun belum ada kejelasan kenapa Abt sampai melakukan itu.

Tapi, menurut para pembalap lain, hukuman itu terlalu berat untuk suatu ajang balapan yang digelar untuk mengisi kekosongan kompetisi selama pandemi virus korona itu.

"Setelah semua ini adalah suatu permainan yang harus dianggap serius, tapi ini adalah gim," kata juara dunia dua kali Formula E Jean-Eric Vergne lewat media sosial.

Pemimpin klasemen Formula E Antonio Felix da Costa juga mengutarakan komentarnya. "Apakah kita terima kecurangan? Tidak, tapi siapa yang tidak pernah curang di (gim) Monopoli?" kata pembalap asal Portugal itu di Twitter.

Tag: formula e

Bagikan: