Strategi Menata Keuangan di Era New Normal bagi Pensiun Dini

Tim Editor

Ilustrasi finansial (Foto: Unsplash/Micheile Henderson)

Jakarta, era.id - Dunia merasakan dampak dari pandemi COVID-19, karena sebagian besar industri terganggu kegiatan usaha hingga membuat aktivitas ekonomi lesu. Tak hanya pengusaha atau pemutusan hubungan kerja (PHK), hal ini juga dirasakan oleh pensiun dini. 

Pensiun dini adalah keluarnya seseorang dari pekerjaan lebih cepat dari waktu yang sudah ditentukan perusahaan/instansi. Di masa-masa pandemi saat ini, banyak sekali faktor yang menganggu stabilitas keuangan. Banyak sekali kebutuhan yang tidak terduga yang tidak bisa dihindari.

Untuk itu, dibutuhkan strategi mempertahankan finansial pensiun dini di era new normal. Financial Planner & Educator, Aliyah Natasha CFP mengatakan sangat penting saat ini untuk menata gaya hidup sehari-hari di era new normal dan menabung menjadi aset masa depan yang sangat menjanjikan. 

“Ini karena, kita hidup tidak hanya untuk hari ini saja. Kemudian, penting untuk mengatur kembali prioritas dan tujuan hidup di masa depan. Ini termasuk cita-cita yang ingin dicapai untuk membangun masa depan. Uang adalah oksigen yang membuat sendi-sendi kehidupan bergerak. Oleh sebab itu, menabung adalah sebuah kewajiban mendasar,” ungkap Aliyah melalui DPLK Media virtual talk show, Selasa (16/6/2020).

Ada tiga poin penting untuk melakukan perubahan kecil yang sangat berdampak besar pada penghematan uang menabung, yaitu rencana, tangguh dan terbuka, serta, dan membangun komunikasi.

Mulai membuat perencanaan sederhana. Rencana harus dapat menjawab pertanyaan seperti nilai total kebutuhan hidup masa pensiun, audit jumlah aset dan liabilitas yang dimiliki, cek habit investasi dan biasakan untuk pantau, serta ketahanan sumber dana masa pensiun.

"Yang pertama adalah always be ready with a plan. Ini menjadi kunci sukses mencapai financial goals adalah dengan membuat sebuah plan (rencana)" ujar Aliyah.

Aliyah mengatakan attitude juga berperan sebagai kunci kesuksesan perencanaan dana pensiun tersebut. Kita bisa disiplin dengan mengedit dan mengaudit gaya hidup.

Misalnya dengan mengutamakan gaya hidup sehat, membangun life goals yang baru, belajar hidup sederhana, dan proaktif dalam mencari berita, informasi, serta informasi agar melek investasi, serta menjadi kunci pemahaman guna membangun kelangsungan kesejahteraan hidup kita dan keluarga.

"Yang kedua adalah be resilient and open to newness. Ketahanan psikologi secara emosional dan mental. Serta bersikap terbuka dan inovasi. Stay up to date," imbuh Aliyah.

Berikutnya, jika kita menjaga hubungan baik dengan keluarga dan teman ini bisa menjadikan kebahagian hidup yang berasal dari keluarga dan kestabilan finansial.  Kita bisa menikmati waktu dan kebersamaan dengan keluarga dan teman sebagai jaringan hidupmu.

"Terakhir adalah build a healthy support system. Sangat penting tetap berkomunikasi dengan keluarga dan kerabat serta membangun ketahanan finansial," kata Aliyah.

Selain itu, terdapat empat langkah untuk membangun ketahanan finansial, diantaranya adalah memiliki dana darurat untuk sewaktu-waktu dana bisa dipakai dimana saja. Kedua adalah melek investasi sebagai pemutaran uang.

Ketiga adalah pivot skill untuk mencari tahu bagaimana kita bisa mendapatkan keran income tambahan, dan keempat adalah proteksi guna melindungi jiwa, kesehatan, dan aset.

“Lalu, terdapat empat langkah konkrit yang dapat segera direalisasikan saat ini juga; mempersiapkan dana darurat, melek investasi, pivot skill untuk mendapatkan penghasilan tambahan, serta yang paling penting adalah proteksi, baik proteksi jiwa, kesehatan, diri, maupun kesejahteraan secara maksimal,” tutup Aliyah.

Tag: ekonomi kreatif new normal pensiun dini

Bagikan: