Andra And The Backbone Patah Hati Lagi

Tim Editor

    Sedang memuat podcast...

    Andra And The Backbone (Foto: Istimewa)

    Jakarta, era.id - Masih berbicara tentang cinta - yang dibumbui patah hati - band pop Andra And The Backbone yang digawangi Andra Ramadhan (gitar), Deddy Lisan (vokal), dan Stevi Item (gitar) kembali dengan single anyar mereka, Deja Vu. Lagu yang dirilis secara independen sejak 25 Januari 2018 ini merupakan tindak lanjut dari single sebelumnya, Panah Takdir yang diluncurkan pada 2017.

    Menurut gitaris sekaligus pentolan band ini, Andra Ramadhan, strategi yang diterapkan oleh Andra And The Backbone kali ini adalah merilis single secara bertahap tanpa diakhiri dengan sebuah album. 

    "Sayang banget kayaknya kalau dibikin album. Soalnya, sekarang ini orang-orang kayaknya cuma fokus sama 1-2 lagu, sementara delapan lagu lainnya cenderung enggak dianggap. Kasihan banget, kan? Jadi, sampai orang sudah hafal sama lagu yang kami rilis, baru kami akan keluarkan single baru lagi," urainya kepada era.id, Kamis (22/2/2018).

    Deja Vu merupakan stok lama yang sudah dibuat Andra sejak rampungnya penggarapan album terakhir Andra And The Backbone, Victory (2013) yang sengaja disimpan sambil menunggu waktu tepat untuk dipublikasikan. 

    "Jadi, ini bukan lagu yang benar-benar dibikin baru. Kerangka lagunya sudah saya bikin yang kemudian dilengkapi oleh beberapa ide dari Deddy dan Stevi saat proses rekaman. Khususnya dari sisi audio," lanjut Andra.

    Lagu ini memiliki tiga fase tuturan lirik: jatuh cinta, patah hati, dan jatuh cinta lagi, seperti deja vu  - sebuah istilah untuk menggambarkan perasaan kuat bahwa pengalaman yang kita alami sekarang sudah pernah dialami di masa lalu.

    Kendati bertema cinta dan patah hati, tapi Andra dkk tidak mengemas lagu ini dalam balutan kegalauan atau kesedihan. Sebaliknya, barisan komposisi yang membungkusnya ditetesi gitar berdistorsi yang dipertegas dengan lirik: "Dan ku takkan peduli" - di penghujung chorus-nya.

    "Kalau lagu Panah Takdir kan lebih slow kayak lagu Sempurna. Akustik banget. Kalau Deja Vu ini heavy distortion. Ada gitar yang berdistorsi banyak yang membungkus sebuah lagu bertema cinta. Nggak galau dan sambil nangis-nangis, tapi kami kemas dengan semangat," Andra menjelaskan lebih rinci tentang bobot musik yang bersemayam dalam Deja Vu.

    Lebih jauh Andra mengungkapkan, Deja Vu ditargetkan untuk semua kalangan. Siapa pun yang bisa menangkap musik dan liriknya, mereka bebas menikmatinya. 

    "Kami bikin musik bukan ngikutin tren. Kami bikin lagu berdasarkan apa yang kami suka dan yang kami inginkan. Jadi, kami nggak pernah memilih target apakah itu remaja, orang tua atau anak-anak sebagai konsumen,” tandasnya.

    Deja Vu sudah tersedia di gerai-gerai digital seperti; iTunes, Spotify dan Deezer. Video liriknya juga sudah bisa diintip melalui channel YouTube Andra And The Backbone Official. 

    Tag: album musik

    Bagikan :