Kronologi Perampokan Dua Toko Emas di Medan yang Berlangsung Hanya 8 Menit

Tim Editor

Pelaku komplotan perampok toko emas duduk pesakitan setelah kakinya ditembak polisi (Muchlis Ariandi/ ERA.id)

ERA.id - Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra mengungkap bagaimana empat orang pelaku perampokan itu bisa menggasak dua toko emas Aulia Chan dan Masrul F di Pasar Simpang Limun, Kota Medan.

Dikatakan Irjen Pol Panca, sebelum aksi perampokan toko emas yang ditaksir tidak lebih dari 8 menit itu terjadi, otak pelaku, Hendrik Tampubolon menyiapkan rencana dengan matang.

Mulai menentukan target toko emas hingga merekrut tiga orang komplotannya yakni Farrel, Prayogi alias Bejo, dan Paul Sitorus, melalui bantuan Dian.


"Sebelum mereka melakukan aksinya, HT ini sudah menyiapkan rencana. Menyiapkan senjata api dan melakukan observasi ke lokasi toko yang akan menjadi sasaran," kata Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak dalam paparannya, dikutip Kamis (16/9/2021).

Lanjut dikatakan Panca, pada 25 Agustus, tiga pelaku ditugaskan Hendrik Tampubolon melakukan pemantauan atau observasi di toko emas yang ditarget. Dari hasil pemantauan Itu, diputuskan aksi perampokan dilakukan pada Kamis (26/8/2021) siang.

"Dari hasil penyelidikan dan rekaman CCTV terlihat empat pelaku yang mengendarai dua sepeda motor matic itu keluar dari rumah Dian. Mereka langsung menuju ke Pasar Simpang Limun," ujarnya.

Selain menyiapkan rencana, kata Kapolda Panca, ketiga pelaku ini sudah diberikan senjata oleh Hendrik yakni senjata laras panjang jenis Winchester dan dua senjata rakitan.

Namun, lanjut Panca aksi komplotan pimpinan Hendrik Tampubolon itu hampir gagal lantaran melihat ada seseorang di lokasi toko emas itu berpakaian coklat. Mengira kalau itu petugas dari kepolisian, komplotan itu enggan mendekat melainkan hanya mengelilingi pasar.

Hendrik langsung memimpin dengan menodongkan senjata kepada orang berbaju coklat, Satpam pasar dan pemilik toko.

"Jadi mereka mencurigai ada seseorang ini berpakaian seperti petugas memakai baju coklat. Akhirnya mereka batal menuju toko emas tapi memutar sambil memperhatikan orang yang mereka curigai itu," ungkapnya.

Meski begitu, mereka berhasil memecahkan steling emas kedua toko emas dan menggasak sejumlah perhiasan, empat pelaku itu langsung meninggalkan Pasar Simpang Limun sambil beberapa kali meletuskan senjata ke udara.

Para pelaku berhasil kabur dengan membawa emas dan menembak seorang tukang parkir bernama Julius Ardi Simanungkalit.

"Dan pada akhirnya di tempat parkir sepeda motor, para tersangka ini berhadapan dengan tukang parkir yang sempat menghalangi para pelaku. Namun, Hendrik menembak korban dan mengenai dibawah telinganya," kata Panca.

Emas hasil rampokan dibawa ke Batangkuis

Dikatakan Irjen Pol Panca Putra, setelah berhasil membawa emas hasil rampokan, dua sepeda motor perampok melaju dari Pasar Simpang Limun menuju Jalan Balaidesa Kecamatan Batangkuis, Kabupaten Deli Serdang.

Di salah satu lokasi, keempat pelaku itu menyerahkan emas hasil perampokan kepada Hendrik Tampubolon.

"Ternyata lokasi itu adalah tempat biasa HT ini memancing. Disitu lah mereka membuka pakaian dan membuka handsaplas yang sengaja dipakai untuk menutup sidik jari," ujarnya

Sebelum berpisah, masih kata panca, Farrel, Paul, Prayogi alias Bejo diberi uang sebesar Rp4 juta oleh Hendrik. Di lokasi itu juga mereka membubarkan diri dan berpisah.

"Di lokasi itulah mereka melepas bajunya kemudian menyerahkan hasil emas itu kepada Hendrik. Hendrik lah yang membawa emas tersebut, mereka pisah berempat, 3 orang keluar dari tempat tersebut," pungkasnya.

Tag: perampokan perampokan toko emas di medan toko emas

Bagikan: