Pemprov DKI Jakarta Kerap Dikritik, Wagub Ariza: Syukur Ada yang Perhatikan

| 28 Oct 2021 10:01
Pemprov DKI Jakarta Kerap Dikritik, Wagub Ariza: Syukur Ada yang Perhatikan
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria

ERA.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menganggap posisi kebebasan pers Ibu Kota ke-28 dari 34 provinsi pada tahun ini sebagai "obat" untuk melakukan perbaikan.

"Kalau dinilai kurang, kami bersyukur, berarti ada yang memperhatikan, mengkritisi dengan maksud baik. Mudah-mudahan itu juga jadi 'obat' bagi kami untuk terus memperbaiki dan meningkatkannya," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Rabu (27/10/2021).

Lebih lanjut, Politisi Partai Gerindra tersebut, menyatakan bahwa penilaian tersebut diterima oleh pihaknya seperti penilaian dari lembaga dan organisasi lainnya apakah itu baik maupun buruk sebagai bahan koreksi dan perbaikan ke depannya.

"Bagi kami, apa pun pendapat dari masyarakat, komunitas, lembaga dan LSM. Silakan saja. Ini negara sangat demokratis. Kalau dinilai baik, kami bersyukur dan kami jadikan itu sebagai motivasi lebih baik lagi. Kalau dinilai kurang, kami juga bersyukur," ucapnya.

Sebelumnya, Indeks kebebasan Pers DKI Jakarta pada 2021, berada di peringkat ke-28 dari 34 provinsi di Indonesia. Posisinya di bawah Kepulauan Riau, Jawa Barat dan Kalimantan Timur yang berturut-turut di posisi satu, dua dan tiga.

Data Dewan Pers tersebut, DKI Jakarta lebih baik dari Jawa Timur, Banten, Gorontalo, Papua Barat, Papua dan Maluku Utara.

Meski berada di posisi ke-28, peringkat Jakarta ini, lebih baik dibanding 2020 dan 2018 karena saat itu di posisi ke-32 dan ke-31, sedangkan pada 2019 berada di posisi ke-20.

Indeks kebebasan pers ini juga, diunggah juga oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam akun Instagramnya @ridwankamil yang juga menerangkan bahwa indeks ini mengukur tiga hal yakni ekosistem politik, ekosistem ekonomi dan ekosistem hukum.

"Kebebasan Pers adalah fundamental dalam kehidupan demokrasi yang berkualitas. Namun kebebasan juga harus disertai rasa tanggung jawab. Mari berantas hoaks sebagai sisi gelap dalam dunia komunikasi dan informasi," tulis Ridwan Kamil.

Rekomendasi