Pemkab Tangerang Segel Toko Penjual Obat Keras Berkedok Jual Kosmetik

| 22 Feb 2022 11:42
Pemkab Tangerang Segel Toko Penjual Obat Keras Berkedok Jual Kosmetik
Pemkab Tangerang saat melakukan penyegelan dan penyitaan terhadap toko yang menjual obat keras (Dok Pemkab Tangerang)

ERA.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Tim Koordinasi Pengawasan Obat dan Makanan sebuah toko yang menjual obat keras berkedok toko kosmetik di wilayah Kelurahan Sukabakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang. Puluhan obat yang terdaftar dalam daftar G disita.

"Obat keras yang dijual secara bebas itu kami temukan pada saat kegiatan pengawasan obat dan makanan. Dalam kegiatan ini kami mengamankan obat jenis Hexymer sebanyak 15 plastik yang berisi 5 tablet, dan juga obat jenis Tramadol sebanyak 15 plastik yang berisi 3 tablet, dan juga 6 tablet Tramadol yang berbentuk strip," ucap Kepala Seksi Farmasi dan Pengawasan Keamanan Pangan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Desi Tirtawati, Selasa (22/2/2022).

Desi mengatakan, pengawasan obat akan terus dilakukan khususnya di wilayah yang disinyalir rawan peredaran obat. Dengan tujuan agar masyarakat di Kabupaten Tangerang dapat terlindungi dari peredaran obat-obat tertentu yang sering disalahgunakan masyarakat, mengingat efeknya membahayakan kesehatan.

"Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan tidak ada lagi peredaran obat-obat tertentu yang tidak memenuhi ketentuan dan dapat membahayakan kesehatan," katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendataan, Pengawasan dan Penyuluhan Satpol PP Kabupaten Tangerang, Heri Sucipto mengatakan, pihaknya menyegel toko yang membuat obat keras secara bebas lantaran tak memiliki izin. “Kita menyegel terkait perizinannya, karena toko itu harus ada izin dari Dinkes dan BPOM serta memiliki apoteker,” jelasnya.

Heri menambahkan, tindakan tersebut sudah sesuai dengan SOP yang berlaku, penyegelan tempat tersebut juga dilakukan selama 14 hari kerja.

"Pihak pemilik toko juga harus membayar denda dan harus mengurus izinnya. Apabila pihak pemilik toko tidak mengurus izinnya, penyegelan akan tetap kami lakukan," jelasnya.

Rekomendasi