Puan Cemberut Saat Bagikan Kaos di Bekasi, Begini Penjelasan PDIP

| 27 Sep 2022 18:58
Puan Maharani (Dok Metro TV)

ERA.id - PDI Perjuangan memberi penjelasan ikhwal viralnya video Ketua DPR RI Puan Maharani saat membagi-bagikan kaos kepada masyarakat. Raut wajah Puan terlihat cemberut dan kesal.

Ketua DPP PDIP Said Abdullah mengatakan, raut wajah Puan yang cemberut itu lantaran sedang kesal dengan pengawal pribadinya (walpri). Sebabnya, walpri yang seharusnya hanya bertugas menjaga keamanan, justru ikut memegang kaos yang hendak dibagikan.

"Mbak Puan kaget, 'lho kok kamu yang megang kaos?'. Mbak Puan nanya, bukan marah. 'Kok kamu yang pegang kaos? Kan seharusnya bukan kamu. Kamu menjaga tugas walpri'," kata Said di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/9/2022).

Said menjelaskan, walpri memang dilarang memegang apalagi sampai ikut membagi-bagikan kaos. Karena itu, Puan kaget melihat walprinya justru ikut memegang kaos.

Menurut Said, kejadian itu terjadi saat Puan sedang melakukan kunjungan ke Jawa Barat. Saat itu, masyarakat yang datang tidak bisa diprediksi.

Di samping itu, tim yang seharusnya membagi-bagikan kaos justru tidak terlihat. Sehingga massa terlalu banyak mengerubungi Puan.

"Kemudian yang kedua, kok yang di luarnya mbak, yang biasanya kami kalau ke lapangan ada yang membagi, kok tidak ada yang membagikan. Ternyata di luar prediksi kedatangan masyarakat," kata Said.

Beredar video Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, membagi kaos di pasar. Ekspresinya disorot. Si penyebar video di Twitter bilang, Puan berpura-pura merakyat.

Dalam video yang dilihat ERA, Puan membagi kaos dengan cara melempar. Tak cuma itu, ekspresinya datar dan tak tersenyum.

Puan juga terlihat sempat memarahi walprinya sambil menunjuk-nunjuk tumpuka kaos yang dipegang walprinya. Setelah itu Puan kembali membagi-bagikan kaos.

Si penyebar video pun menulis, "Merakyat itu tak bisa BERPURA2. WAJAH ASLI itu akan keluar begitu situasi membuat tak nyaman. Bagaimana mau merakyat bila lahir ditengah kemewahan & nama besar? Bagaimana mau merasa nyaman bila tak pernah memulai dari bawah bersama rakyat? Jangan dipaksakan, istrahatlah sejenak,"tulisnya.

Rekomendasi