Gerindra Nilai Cak Imin Lebih Potensial Jadi Cawapres Prabowo 2024

| 29 Sep 2022 08:15
Prabowo Subianto dan Muhaimin ISkandar (Antara)

ERA.id - Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, sejauh ini pihaknya menilai Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alaias Cak imin adalah tokoh potensial untuk dijadikan calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Prabowo Subianto di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

"Yang paling potensial Muhaimin Iskandar," kata Muzani di Kompleks Parlmen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/9/2022).

Selain karena saat ini Partai Gerindra dan PKB sudah berkoalisi untuk Pemilu 2024, aspirasi memasangkan Prabowo dengan Cak Imin juga datang dari kalangan para kiayi.

"Karena Pak Muhaimin adalah ketua umum PKB yang sekarang ini menjadi partai koalisi Gerindra, sehingga Pak Muhaimin adalah cawapres yang paling potensial dipertimbangkan untuk bisa dampingi Pak Prabowo. Itu juga permintaan para ulama, para kiai di Magelang," katanya. 

Meski begitu, hingga saat ini Partai Gerindra memang belum menentukan siapa cawapres yang akan dipilih untuk mendampingi Prabowo. Lagipula, kontestasi Pilpres pun terhitung masih cukup lama.

"Kita akan terus melakukan pemilihan nama-nama kader terbaik dan putra putri terbaik bangsa. Sehingga penetapan cawapres Pak Prabowo masih memerlukan waktu dan kesabaran," kata Muzani.

Sebelumnya, muncul wacana Prabowo akan berpasangan dengan Joko Widodo di Pilpres 2024. Presiden dua periode itu diproyeksikan mengambil posisi calon wakil presiden (cawapres).

Prabowo sempat memberi tanggapan atas munculnya wacana tersebut. Menurutnya, segala kemungkinan menjelang Pilprs 2024 masih sangat terbuka.

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai, sosok cawapres yang tepat untuk mendampingi Ketua Umumnya Prabowo Subianto di Pilpres 2024, harus merupakan orang yang bisa saling mengisi.

Artinya, sosok cawapres itu harus bisa melengkapi apa yang menjadi kekurangan Prabowo. Misalnya, jika Prabowo merupakan representasi dari tokoh nasionalis dan militer, maka cawapresnya harus dari kalangan sipil dan agamis.

"Yang komplementer. Kalau Pak Prabowo nasionalis ya tentu orangnya harus lebih deket dengan agamis, kalau (Prabowo) militer, (cawapresnya) sipil. Itu yang komplementer," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/9).

 

Rekomendasi