Kaleidoskop 2022: Drama Parpol Seleksi Kawan atau Lawan untuk 2024

| 31 Dec 2022 08:10
Kaleidoskop 2022: Drama Parpol Seleksi Kawan atau Lawan untuk 2024
Presiden Joko Widodo saat bertemu ketua umum (Dok Sekretariat Kabinet)

ERA.id - Sejumlah partai politik mulai memanaskan mesin partainya masing-masing menjelang Pemilhan Umun (Pemilu) 2024 serentak.

Sepanjang 2022, partai-partai politik mulai bermanuver melakukan pendekatan satu sama lain. Beberapa diantaranya terang-terangan mendeklarasikan koalisi sebelum Komisi Pemilihan Umum (KPU) meniup peluit dimulainya tahapan Pemilu 2024.

Ada pula partai yang sudah berani mengusung calon presiden (capres) meskipun koalisi belum terbentuk. Sisanya, terpantau rajin menggelar pertemuan politik.

Berikut rentetan peta koalisi dan manuver partai politik jelang Pemilu 2024 yang dirangkum era sepanjang 2022.

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB)

Peta politik jelang Pemilu 2024 mulai terbentuk setelah Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendeklarasikan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Dok Antara

Benih koalisi antar tiga partai politik itu diawali dengan pertemuan antara Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dan Ketua Umum PPP saat itu Suharso Monoarfa di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/5/2022) malam.

Satu hari setelahnya, Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzili mengumumkan nama koalisi antara partainya, PAN, dan PPP yaitu Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Beberapa pekan setelahnya, KIB menggelar pertemuan besar-besar yang dihadiri jajaran DPP hingga senior partai masing-masing di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta pada Sabtu (4/6/2022).

KPU Buka Tahapan Pemilu 2024

KPU RI secara resmi membuka tahapan Pemilu 2024 pada Selasa (14/6/2022). Pembukaan itu terhitung berjarak 610 hari sebelum pemungutan suara pada 14 Februari 2024.

Megawati Perintahan Puan Maharani Safari Politik Wakili PDI Perjuangan

Setelah KIB terbentuk, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memerintahkan Ketua DPP PDIP Puan Maharani untuk melakukan safari politik ke seluruh partai.

Titah itu disampaikan Megawati disela-sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP ke-II Tahun 2021 yang digelar di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta pada 21-23 Agustus 2022.

Puan mengaku, sebagai kader partai sekaligus Ketua DPR RI, dirinya diharapkan bisa menjalin silaturahmi dengan partai politik lain untuk Pemilu 2024.

"Tadi saya diminta ibu ketua umum sebagai ketua DPR bisa ikut menjajaki kerja sama, ada silaturahmi," kata Puan di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, dikutip pada Jumat (24/6/2022).

Gerindra-PKB Deklarasi Koalisi

Dua bulan setelah KIB terbentuk, giliran Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendeklarasikan diri sebagai rekan koalisi untuk menghadapi Pemilu 2024 serentak.

Deklarasi koalisi digelar bertepatan dengan agenda Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Gerindra di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/8/2022).

Dok Antara

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subinato dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menandai terbentuknya koalisi dengan menandatangani piagam kerja sama.

Piagam kerja sama itu memuat lima poin kesepakatan. Salah satunya mengenai penetapan calon presiden dan calon wakil presiden.

Puan Mulai Bersafari Politik

Satu bulan setelah mendapat tugas dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani mulai melakukan safari politik ke sejumlah partai politik untuk menjajaki kerja sama di Pemilu 2024.

Puan mengawali safari politiknya dengan menemui Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di NasDem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat pada Senin (22/8/2022).

Secara khusus, Puan memanggil Surya Paloh dengan sebutan 'om'. Dalam safarinya itu, dia berharap pertemuan PDIP dan NasDem akan terus berlanjut.

Setelah bertamu ke NasDem, pada Minggu (4/9/2022), Puan beranjangsana ke kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Dalam pertemuan secara tertutup itu, Prabowo sempat mengajak Puan berkuda. Bahkan, menteri pertahanan itu menyediakan kuda khusus untuk sang ketua DPR RI.

Isu Retaknya KIB saat PPP Ganti Ketua Umum

Pada medio awal September 2022, PPP diterpa isu tak sedap dari internalnya. Secara mendadak, DPP PPP mencopot Suharso Monoarfa sebagai ketua umum dan digantikan oleh Muhammad Mardiono sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum.

Penghentian Suharso sebagai ketua umum itu berdasarkan hasil Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP secara tertutup pada 4-5 September 2022. Alasannya, Suharso dinilai tak cukup mumpuni membawa partai berlambang Ka'bah itu melaju di Pemilu 2024 lantaran kesibukannya sebagai menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.

Pergantian ketua umum PPP berdampak pada isu kekompakan KIB yang kerap dinilai hanya seumur jagung. Namun, isu miring itu langsung dibantah.

PPP menegaskan tetap menjadi bagian dari KIB, sebab yang menjembati komunikasi antara PPP dengan Golkar dan PAN salah satunya adalah Mardiono.

Sementara Golkar dan PAN mengaku KIB tak terganggu dengan adanya perubahan kepemimpinan di PPP, asalkan ketiga tetap sepakat dengan visi misi koalisi yang sudah disepakati.

Safari Politik Puan Jilid 2

Ketua DPR RI Puan Maharani kembali melakukan safari politik dalam rangka penjajakan kerja sama untuk Pemilu 2024.

Setelah bertemu Ketua Umum NasDem Surya Paloh dan berkuda bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, setelah itu Puan bertemu dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Pertemuan Puan dan Cak Imin berlangsunng pada Minggu (25/9/2022). Lokasi pertemuan bertempat di Kompleks Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta. Keduanya mengawali dengan berziarah ke makam Taufiq Kiemas dan dilanjutkan dengan sarapan di sekitar TMP.

Lalu pada Sabtu (8/10/2022), Puan melanjutkan safarinya dengan menemui Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Kompleks Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Puan dan Airlangga mengawali pertemuan dengan jalan pagi di sekitar Monas, dilanjutkan sarapan, kemudian diakhiri dengan menjajal mobil listrik yang akan dipamerkan dalam ajang G20.

Meskipun sudah beberapa kali melakukan safari politik, PDIP tak kunjung menentukan arah koalisi. Partai berlambang banteng itu masih menunggu arahan Megawati.

Angan-angan Koalisi Perubahan

Peta koalisi jelang Pemilu 2024 semakin berwarna. Setelah KIB dan koalisi Gerindra-PKB, sejumlah partai politik mulai mengambil langkah.

Diawali oleh Partai NasDem yang sudah resmi mendeklarasikan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden yang akan diusung pada Pilpres 2024. Partai besutan Surya Paloh itu lantas mendekati Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Ketiga partai tersebut sudah membentuk tim kecil dan melakukan pertemuan beberapa kali dengan Anies. Mereka menamakan diri sebagau Koalisi Perubahan.

Namun, Koalisi Perubahan belum resmi mendeklarasikan diri. PKS dan Demokrat masih menggantungkan hubungan kerja sama dengan Partai NasDem.

Meski begitu, Partai NasDem optimis Demokrat dan PKS tidak akan berpindah ke lain hati dan mewujudkan Koalisi Perubahan.

Prediksi Peta Koalisi Pemilu 2024 di 2023

Ramainya tahun politik di sepanjang 2022 tidak menjadi jaminan peta koalisi yang terbentuk akan berumur panjang. Peneliti Politik BRIN Wasisto Raharjo memprediksi, terbuka peluang kocok ulang komposisi koalisi.

Kocok ulang koalisi itu bisa terjadi karena adanya kebutuhan parpol untuk mengusung figur populer sebagai capres-cawapres. Selain itu juga untuk menenuhi syarat ambang batas pencalonan presiden.

"Ada juga potensi kocok ulang komposisi parpol dalam koalisi yang ada. Hal ini terjadi karena kebutuhan figur populer untuk posisi capres dan cawapres dan kebutuhan kekuatan parpol besar untuk bisa melebihi angka ambang batas nominasi capres," kata Wasisto kepada era, Jumat (30/12/2022).

Dok Istimewa

Prediksi lainnya, akan terbentuk tiga koalisi. Artinya, koalisi yang sudah terbentuk berpeluang menambah anggotanya.

Misalnya KIB ditambah dngan Nasdem, PKS, maupun Demokrat. Atau poros Gerindra PKB ditambah PDIP. Atau ada kemungkinan PDIP dengan KIB dan Nasdem, PKS, Demokrat ke poros Gerindra-PKB.

Menurutnya, peta koalisi untuk Pemilu 2024 akan terlihat lebih jelas di triwulan pertama 2023.

"Idealnya di awal 2023 nanti sudah jelas dan pasti petanya mengingat pendaftaran capres pada Oktober 2023 mendatang," kata Wasisto.

Rekomendasi