Pemerintah Percaya Kasus Covid-19 dalam 6 Bulan Mendatang Takkan Melonjak di Indonesia

| 08 Feb 2023 13:54
Pemerintah Percaya Kasus Covid-19 dalam 6 Bulan Mendatang Takkan Melonjak di Indonesia
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Antara)

ERA.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin percaya diri kasus Covid-19 di Indonesia takkan melonjak dalam enam bulan ke depan.

Alasannya, antibodi masyarakat terhadap virus SARS-CoV-2 sangat tinggi. "Begitu kita lihat sekarang (antibodi masyarakat) bagus, itu enam bulan ke depan pasti kita akan bagus, enggak ada lonjakan," ucap Budi dalam paparnya saat Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/2/2023).

Budi mengatakan, Indonesia berpotensi menjadi salah satu negara yang tercatat tidak mengalami kenaikan kasus Covid-19 selama 18 bulan berturut-turut. Namun dengan catatan, Indonesia mampu menekan angka kasus hingga Juni 2023.

"Kalau sampai Juni kita enggak ada lonjakan, kita merupakan satu dari very few country yang mungkin di bawah lima (negara) yang dalam 18 bulan terakhir tidak ada lonjakan kasus," ucapnya.

"Dan saya cukup percaya diri karena secara scientific datanyaa sudah begitu. Level antibodi kita tinggi sekali," imbuh Budi.

Dalam paparan slide yang ditampilkan, tingkat antibodi masyarakat Indonesia sejak Desember 2021 hingga Januari 2023 terus meningkat.

Pada Desember 2021, jumlah masyarakat yang memiliki antibodi mencapai 87,9 persen. Kemudian pada Juli 2022 mencapai 98,5 persen, dan di Januari 2023 sebanyak 99 persen.

Tingginya antibodi masyarakat Indonesia terhadap Covid-19 disebabkan karena dua faktor yaitu vaksinasi dan infeksi.

Budi mengatakan, Indonesia cukup beruntung bisa menaikan antibodi masyarakatnya terhadap Covid-19. Selain karena cakupan vaksinasi tinggi, banyak pula masyarakat yang antibodinya terbentuk secara mandiri lantaran terinfeksi Covid-19.

Menurutnya, berdasarkan studi ilmiah, antibodi masyarakat terhadap Covid-19 yang terbaik itu melalui kombinasi vaksinasi dan terinfeksi mandiri. "Indonesia beruntung karena vaksinasinya baik, tapi kita juga memeberikan kesempatan masyarakat kita terkena infeksi," ucap Budi.

"Karena, kombinasi vaksinasi plus infeksi secara scientific itu merupakan imunitas paling kuat dan paling lama bertahan. Itu research-nya sudah ada," pungkasnya.

Rekomendasi