Rusun Karang Anyar Jakarta dan Sederet Mahakarya Hutama Karya untuk Negeri

| 04 Mar 2023 16:30
Rusun Karang Anyar Jakarta dan Sederet Mahakarya Hutama Karya untuk Negeri
Rusun Karang Anyar Jakarta Pusat. (Syaefullah/ERA.id)

ERA.id - Berdiri kokoh, menjulang tinggi di tengah pemukiman padat penduduk di Jalan Karang Anyar No. 33, RW 012, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat. 

Tulisan Rusun Karang Anyar terpampang di depan pintu masuk gerbang tersebut. Bangunan yang selesai dikerjakan pada 2022 itu menjadi salah satu kontribusi nyata PT. Hutama Karya. 

Suasana sore itu sangat ramai, sejumlah anak semakin asyik bermain di taman rusun. Beberapa anak lainnya bersiap untuk belajar agama di lingkungan itu. 

Matahari perlahan terbenam. Para penghuni sibuk keluar masuk rusun. Deretan pedagang kaki lima memadati depan rusun karya anak bangsa itu. Mereka menjajakan aneka makanan. 

Berdasarkan pantauan di lokasi, terdapat parkiran mobil di bagian depan, parkir motor yang berada samping hingga belakang gedung serta taman untuk bermain anak-anak yang cukup luas. Tak hanya itu, terdapat Mushola Daarul Khoirot, mobil ambulans, serta tempat sampah yang ada di bagian belakang gedung dan perpusatakaan. 

Anak-anak sedang bermain di taman Rusun Karang Anyar Jakarta Pusat. (Syaefullah/ERA.id)

Hendi (37), salah seorang pekerja dari Hutama Karya menuturkan, tugas saat ini menangani unit jika ada kendala seperti kebocoran dan lain sebagainya. "Disini ngandelin saya kalau ada kendala apa-apa soal unit, dan lainya. Warga senang sama orang HK karena saya ringan tangan disini. Makanya, disini kebanyakan warga kenal sama saya," ujar Hendi kepada ERA di lokasi, Sabtu (25/5/2023). 

Pria yang akrab disapa Acong menuturkan, setiap unit terdiri dua kamar tidur, kamar mandi, kloset duduk, wastafel, dapur, dan balkon yang sudah ditutup pakai besi secara permanen. "Untuk jendela kamar ditutup permanen. Karena takut ada yang lompat seperti yang sudah pernah kejadian. Ini permintaan dari Pemprov," ujarnya. 

Sementara itu, Jamingan (54), pekerja dari Hutama Karya sebagai pelaksana lapangan Rusun Karang Anyar mengatakan, pembangunan rusun sudah menerapkan keamanan dan keselamatan gedung apabila terjadi kebakaran. "Sudah pakai sistem pemadam kebakaran, alarm dan dilengkapi tangga darurat anti api. Ada dua lift, itu bisa untuk evakuasi," ujar Jamingan kepada ERA di lokasi, Senin (27/2/2023). 

Menurutnya, setiap unit rusun berukuran 6x6 meter persegi. Tentunya, dilengkapi ventilasi udara di atas jendela depan maupun jendela yang ada di dalam kamar. Serta ada ventilasi udara setiap lantai rusun. Kemudian, setiap orang yang hendak masuk ke lantai atas harus menggunakan kartu akses. "Disini pakai air PAM (perusahaan air minum) sampai saat ini airnya cukup," katanya. 

Untuk masalah pengelolaan limbah, dijelaskannya, dengan menggunakan Sewage Treatment Plant (STP). Air limbah dari warga disalurkan melaui pipa ke dalam bak pengelolaan, setelah bersih langsung dibuang ke saluran kota. "Sebagian lagi air limbah itu dibersihkan menggunakan carbon filter, kemudian bisa digunakan untuk menyiram tanaman. Arahnya ke go green," ungkapnya. 

Jamingan, pekerja dari Hutama Karya. (Syaefullah/ERA.id)

Pengelola Rusun Karang Anyar, Lydia (27) menuturkan, rusun ini diperuntukan bagi warga yang ber-KTP DKI Jakarta. Ia mengatakan, rusun ini terdapat ruangan untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), klinik, ruang pemularasan jenazah dan kantor pengelola rusun. 

Dia menuturkan, warga yang tinggal di rusun ini dikenakan biaya setiap bulannya. Bagi warga yang berpenghasilan Rp2.500.000 - Rp4.500.000 akan dikenakan biaya Rp765.000. Sementara itu, bagi warga yang berpenghasilan Rp4.500.000 - Rp7.000.000 akan dikenakan biaya perbulan Rp1.500.000. 

"Kalau warga terprogram itu setiap bulan bayar Rp500.000. Semua bayarnya autodebet Bank DKI," kata Lydia kepada ERA di lokasi, Senin (27/2/2023). 

EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Tjahjo Purnomo mengatakan, pembangunan Rusun Karang Anyar Jakarta Pusat ini dimulai pada 9 Desember 2019 sampai 25 Maret 2022. 

Dijelaskannya, rusun ini terdiri dari 2 tower, 16 lantai, ada 420 unit type 36 dan 1 unit khusus difabel. Konsep bangunannya sesuai dengan standar bangunan rusun. "Anggaran pembangunan Rusun Karang Anyar sebesar Rp130.870.000.000," kata Tjahjo kepada ERA di Jakarta, Senin (27/2/2023). 

Mushola Daarul Khoirot yang berada di loby Rusun Karang Anyar Jakarta Pusat. (Syaefullah/ERA.id) (Syaefullah/ERA.id)

Sejarah dan Perkembangan HK 

Tjahjo menjelaskan, tahun 1960 merupakan tonggak transformasi Hutama Karya dari perusahaan swasta 'Holladsche Beton Maatshappij' menjadi perusahaan nasional. Hutama Karya sejak transformasi, PN. Hutama Karya telah menghasilkan karya konstruksi yang bernilai sejarah dan monumental seperti Gedung DPR/MPR RI di Senayan, Jakarta, dan Monumen Patung Dirgantara di Pancoran Jakarta. 

Pada dekade selanjutnya, Hutama Karya melakukan inovasi terhadap teknologi sistem prategang BBRV dari Swiss dan membentuk divisi khusus prategang. "Pada periode yang sama juga status Hutama Karya berubah menjadi perseroan," kata Tjahjo kepada ERA, Senin (27/2/2023). 

Kemudian, pada tahun 1980, Hutama Karya kembali melakukan inovasi melalui diversifikasi usaha dengan mendirikan unit bisnis Haka Pole yang bergerak di bidang manufaktur tiang penerangan jalan serta melakukan ekspansi usaha di luar negeri yang menjadi awal inovasi teknologi konstruksi dengan diciptkannya  LPBH (Landasan Putar Bebas Hambatan)-80 ‘Sosrobahu’ oleh Dr. Ir. Tjokorda Raka Sukawati. 

Sejalan dengan hal itu, kata dia, Hutama Karya mampu menghasilkan produk berteknologi tinggi berupa jembatan Bentang Panjang. "Kala itu, Hutama Karya sukses memenuhi standar international dalam hal kualitas, keselamatan kerja dan lingkungan dengan perolehan sertifikat ISO 90002:1999," katanya. 

Pada tahun 2000-an, Hutama Karya merevitalisasi dengan melakukan pengembangan usaha untuk sektor-sektor swasta melalui pembangunan high rise building maupun infrastruktur lainnya seperti jalan tol. Seiring dengan perkembangan tersebut, kualiatas dan mutu tetap menjadi perhatian yang dibuktikan dengan diraihnya sertifikat ISO 9001: 2008, ISO 14001: 2004 dan OHSAS 18001: 2007. 

"Di tahun 2010, Hutama Karya menguatkan eksitensinya dengan diverifikasi usaha melalui pendirian anak perusahaan di bidang pengembangan properti dan manufaktur aspal serta baja," ujarnya. 

Selanjutnya, pada 2014, Tjahjo menambahkan, Hutama karya resmi menerima penugasan pemerintah untuk mengembangan Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS). Melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 100 Tahun 2014 yang kemudian diperbarui menjadi Perpres Nomor 117 tahun 2015, Hutama Karya diberi amanah mengembangkan 2.770 kilometer jalan tol di Sumatera dengan prioritas 8 ruas pertama. 

"Hingga tahun 2023, Hutama Karya telah membangun JTTS sepanjang kurang lebih 1.064 kilometer dengan 465 kilometer ruas tol konstruksi dan 599 km ruas tol operasi," ujarnya. 

Kontribusi HK untuk Sosial dan Ekonomi 

Ia menuturkan, dana corporate social responsibility atau CSR PT. Hutama Karya sebagian besar dana tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) disalurkan untuk peningkatan kapasitas masyarakat dan komunitas (Community Involvement and Development/CID) yang berfokus pada tiga bidang yaitu, pendidikan, lingkungan dan pengembangan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (UMK). 

Selain bidang perioritas tersebut, HK juga menyalurkan dana TJSL untuk membantu peningkatan sarana prasarana umum, ibadah, kesehatan, bantuan bencana alam dan non alam serta untuk memenuhi kebutuhan dasar pangan masyarakat yang terdekat dengan aktivitas operasional perusahaan. "Program ini mendukung beberapa tujuan pembangunan (TPB) atau SDGs," katanya. 

Berdasarkan catatan dari HK, lanjut dia, tahun 2020 dana yang disalurkan oleh HK untuk program TJSL senilai Rp22,56 miliar. Pada tahun 2021 sebesar Rp9,67 miliar, tahun 2022 sebesar Rp8,34 miliar. Dana tersebut diantaranya untuk bencana alam dan non alam covid-19, pendidikan, kesehatan, infrastruktur masuk desa, lingkungan, kegiatan sosial, pengembangan UMK. 

"Tahun 2023 anggaran dana program TJSL yang akan disalurkan senilai Rp12,85 miliar dengan program yang masih sama dengan tahun 2022," ujarnya. 

Selain program pemberdayaan masyarakat, Tjhajo menuturkan, Hutama Karya juga memberikan bantuan pembiayaan kepada UMK dengan soft loan yang disebut program pendanaan UMK (PUMK). "Penyaluran tahun 2020 senilai Rp4,80 miliar, tahun 2021 senilai Rp55 juta, tahun 2022 senilai Rp4,69 miliar," tambahnya. 

Pandangan Arsitektur 

Sekjen Ikatan Arsitek Indonesia, Ariko Andikabina menilai, Rusun Karang Anyar Jakarta Pusat sama halnya dengan rumah susun pada umumnya yang ada di Provinsi DKI Jakarta. "Secara bentuk bangunan sama, mungkin karena mengikuti desain dan arahan pemberi tugas, dalam hal ini Dinas Perumahan DKI," kata Ariko kepada ERA. 

Dalam kesempatan itu, Ariko pun menyoroti kiprah PT Hutama Karya selama 62 tahun berdiri hingga sampai saat ini. "Ada sekian banyak karya HK yang tersebar di pelosok negeri, beberapa diantaranya menjadi kebanggaan kita bersama seperti contoh yang dikemukakan (pembangunan gedung MPR/DPR dan Patung Dirgantara atau Patung Pancoran)," katanya. 

Kendati demikian, ia memberikan saran kualitas pelaksanaan HK harus menjadi lebih baik dari waktu ke waktu agar dapat mengembangkan pasar regional dan Internasional. 

"Harapan saya justru 62 tahun usia HK terus bertambah, mampu menjadi pelaku utama di bidang konstruksi di regional," katanya. 

Sementara itu, untuk dana CSR yang telah dilakukan HK harus mendatangkan manfaat bagi masyarakat terutama dalam membantu kebutuhan hunian warga yang terdampak bencana alam. "Jikalau CSR HK kemudian hari dapat lebih banyak pada area ini, Insya Allah akan semakin banyak masyarakat yang terbantu dan terus mengingat kebaikan HK dalam sepanjang hidup mereka," ungkapnya.

Pintu masuk Rusun Karang Anyar Jakarta Pusat. (Syaefullah/ERA.id)
Rekomendasi