Marak Puluhan Kasus Kekerasan di Ponpes Semarang, Wagub Jateng: Kasus Belum Banyak Terungkap karena Rasa Takut Anak

| 03 Jun 2023 15:05
Marak Puluhan Kasus Kekerasan di Ponpes Semarang, Wagub Jateng: Kasus Belum Banyak Terungkap karena Rasa Takut Anak
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Handout Humas Pemprov Jateng)

ERA.id - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen mendorong pondok pesantren yang tersebar di 35 kabupaten/kota agar ramah terhadap anak dan perempuan.

“Kami di Pemprov Jateng mendorong lembaga pondok pesantren untuk ikut andil ramah terhadap anak dan perempuan,” kata Wagub Taj Yasin saat dihubungi melalui telepon dari Semarang, Sabtu.

Hal tersebut, lanjut dia, dilatarbelakangi fakta dari seorang psikolog di RSUD Tugurejo Semarang yang menangani puluhan kasus kekerasan di pondok pesantren, sehingga menjadi pemikiran serius pihaknya.

Gus Yasin, sapaan akrab Wagub, menjelaskan Pemprov Jateng memiliki sejumlah program untuk melindungi perempuan dan anak dari berbagai tindak kekerasan, diantaranya Program Jo Kawin Bocah dan Program Jaga Kanca.

Bahkan, kata dia, disediakan pula aplikasi sebagai sarana untuk melaporkan apabila terjadi kekerasan.

“Memang permasalahan perundungan, bahkan kekerasan, sampai kekerasan seksual, mohon maaf, ini belum banyak terungkap karena memang rasa ketakutannya anak-anak atau perempuan, atau mungkin bahkan santri,” ujar Gus Yasin.

Gus Yasin mendukung Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) yang menghadirkan para Ibu Nyai se-Jateng pada sejumlah kegiatan.

“Saya menilai para Ibu Nyai punya peran strategis dalam menggaungkan pondok pesantren ramah anak dan perempuan, lantaran manajemen pondok pesantren rata-rata dipegang oleh Ibu Nyai,” katanya.

Rekomendasi