Kalau PAN dan Golkar Tak Incar Posisi Cawapres Prabowo, Lantas Cari Apa dalam KKIR?

| 14 Aug 2023 11:42
Kalau PAN dan Golkar Tak Incar Posisi Cawapres Prabowo, Lantas Cari Apa dalam KKIR?
Airlangga Hartarto, Zulkifli Hasan, dan Prabowo Subianto.

ERA.id - Pengamat politik FISIP Universitas Jember, Hermanto Rohman MPA, menilai Golkar dan PAN tak mencari posisi cawapres saat pilih bergabung ke Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) mendukung Prabowo Subianto.

Dikatakan pula kalau dukungan PAN dan Golkar tidak lepas dari pengaruh Jokowi. "Sedari awal sudah bisa diprediksi bahwa pilihan politik Partai Golkar dan PAN tidak akan lepas dari pengaruh Jokowi," katanya, Minggu kemarin.

Menurutnya kedua parpol itu adalah partai pendukung Jokowi yang kebetulan para ketua parpolnya merupakan tim ekonomi di kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin, sehingga keputusan kedua parpol tersebut pasti tidak akan lepas dari pengaruh Jokowi.

Secara rasional dibandingkan figur lainnya, lanjut dia, Prabowo memiliki nilai plus yaitu sudah mampu melewati "kaderisasi" dalam memahami permasalahan internasional di era kepemimpinan Jokowi.

"Prediksi saya bergabungnya Partai Golkar dan PAN sepertinya tidak mengincar posisi calon wakil presiden, namun lebih pada tim ekonomi pada kabinet ke depan jika Prabowo ditakdirkan menang," tuturnya.

Ia mengatakan pidato pernyataan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang menyampaikan dukungannya terhadap Prabowo sangat kuat menyiratkan bahwa kepemimpinan Jokowi harus dilanjutkan oleh sosok yang teruji dalam memahami bukan hanya persoalan nasional, namun juga kompetisi Indonesia di kancah global.

"Golkar dan PAN memiliki kader-kader yang mumpuni di bidang ekonomi, sehingga kemungkinan sudah ada opsi mengarah ke sana yang sudah disiapkan dan tentunya king maker-nya koalisi itu adalah Jokowi," ucapnya.

Dengan koalisi Gerindra, PKB, Golkar, PAN, dan PBB yang mendukung Prabowo maka pasti akan berpengaruh pada peta koalisi lainnya, dan pastinya geliat politik PDI Perjuangan yang mungkin akan mengalami "naik tensi ", serta yang resisten bubar koalisinya adalah pada pengusung Anies.

"Kemungkinan PDI Perjuangan pasti akan menjajaki kemungkinan bergabung-nya Demokrat, bahkan bisa juga Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh ke kubu PDI Perjuangan," ujarnya.

Rekomendasi