Alasan Menkes Datangkan Dokter Asing ke Indonesia: Selamatan 12 Ribu Bayi yang Idap Kelainan Jatung

| 02 Jul 2024 17:55
Alasan Menkes Datangkan Dokter Asing ke Indonesia: Selamatan 12 Ribu Bayi yang Idap Kelainan Jatung
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Istana Kepresidenan. (Era.id)

ERA.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkap alasan pemerintah mendatangan dokter-dokter asing ke Indonesia. Salah satunya untuk menyelamatkan 12 ribu nyawa bayi yang mengidap kelainan jantung bawaan dan berisiko meninggal.

"Itu karena pada saat sekarang kita punya lebih 12 ribu bayi yang punya kelainan jantung bawaan," kata Budi dilansir dari Antara, Selasa (2/7/2024).

Dia mengatakan, kemampuan dokter di Indonesia untuk melakukan operasi jantung hanya sekitar 6 ribu pasien per tahun. Sementara penanganan kelainan jantung bawaan memerlukan tindakan operasi yang cepat.

"Enam ribu bayi ini kalau tidak tertangani memiliki risiko tinggi untuk meninggal. Kalau kita tunggu, risikonya makin tinggi," ujarnya.

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan mengatur persyaratan dan batasan bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan warga negara asing (WNA) yang ingin berpraktik di Indonesia.

Budi mengakui bahwa kebijakan itu belum sepenuhnya diterima oleh sejumlah pihak mengaitkan itu dengan kualitas layanan dokter asing dan domestik.

Salah satunya, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) yang dengan tegas menolak pemerintah mendatangkan dokter asing.

"Bahwa kemudian mungkin ada yang merasa sensitif seperti FK Unair, bahwa oh dokter kita lebih hebat, kemudian kita juga bisa. Isunya bukan itu, isunya bukan juga merendahkan kemampuan dokter-dokter kita, nggak," katanya.

Budi meyakini dokter Indonesia mampu mengatasi operasi jantung, tapi dengan laju kasus mencapai 6 ribu pasien per tahun, kuota dokter yang dimiliki Indonesia belumlah cukup.

"Kita kan nggak bisa nunggu. Kita datangkan dokter-dokter asing itu untuk menyelamatkan nyawa 6 ribu bayi ini dan 12 ribu ibu-ibu yang akan sedih kalau bayinya kemudian cacat jantung bawaan," katanya.

Rekomendasi