ERA.id - Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang mengatakan, pemerintah Indonesia tetap melobi pemerintah Arab Saudi prihal kelonggaran kuota jumlah jemaah haji asal Indonesia di tahun 2025 ini. Meskipun Indonesia dan Arab Saudi telah menandatangani kesepakatan kerjasama terkait penyelenggaraan haji 2025. Dalam kesepakatan itu, kuota haji tetap 221.000 jamaah.
"Kami tetap berharap semoga ada penambahan kuota," kata Marwan kepada wartawan, Kamis (16/1/2025).
Dia lantas membocorkan salah satu lobi yang dilakukan oleh Menteri Agama (Menag) Nazaruddin Umar dengan pemerintah Arab Saudi yaitu agar ada kelonggaran batasan umur bagi jamaah haji asal Indonesia. Kepada pihak Arab Saudi, pemerintah Indonesia menyampaikan kondisi jamaah yang sudah mengantre cukup lama untuk berangkat ke Tanah Suci.
"Daftar tunggu haji di Indonesia cukup panjang. Bahkan ada daerah di Sulawesi yang harus menunggu hampir 50 tahun untuk berangkat haji sehingga banyak jamaah kita yang uzur," kata Marwan.
Selain itu, keterbatasan tempat di Mina juga menjadi pembahasan antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi. Menag Nazaruddin, menurut Marwan, mengusulkan adanya skema tanazul (kembali ke hotel tanpa mabit di Mina) yang memungkinkan jemaah haji Indonesia tidak menginap di tenda Mina tapi menginap di hotel yang berada di sekitar jamarat (tempat melempar jumrah).
Usulan yang disampaikan pihak Indonesia menurut Marwan, disambut baik oleh Kementerian Arab Saudi.
"Usulan adanya tanazul disetujui tapi skemanya seperti apa, harus disimulasikan terlebih dahulu," kata Marwan.
Diberitakan sebelumnya, pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah menandatangani kesepakatan perhajian (MoU) untuk musim haji 1446 H /2025 M. Penandatanganan kesepakatan ini dilakukan Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F. Al-Rabiah, di Jeddah.
"Alhamdulillah hari ini baru saja kami menandatangani kesepakatan haji dengan pihak Arab Saudi. Ada beberapa hal yang kita sepakati, salah satunya jumlah jemaah haji Indonesia yang akan diberangkatkan pada masa operasional haji 1446 H/2025 M sebanyak 221 ribu orang," ungkap Menag Nasaruddin Umar di Jeddah, Minggu (12/1).
Menag menerangkan, keberangkatan dan kepulangan 221 ribu jemaah haji akan terbagi pada dua bandara di Arab Saudi. "Sebanyak 110.500 jemaah akan datang melalui Bandara Amir Mohammad Bin Abdul Aziz di Madinah dan pulang melalui Bandara King Abdul Aziz di Jeddah," kata Menag.
"Sementara, setengahnya lagi, akan datang melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah dan pulang melalui Bandara Amir Mohammad bin Abdul Aziz Madinah," sambungnya.
Menag berharap, dengan telah ditandatanganinya MoU ini, maka persiapan penyelenggaraan haji dapat segera difinalisasi. "Saya minta, kepada seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan agar mengerahkan seluruh tenaga dan pikirannya untuk menyukseskan penyelenggaraan haji 1446 H/2025 M ini," kata Menag.