Pras-Dasco Beda Suara soal Pengusul Thomas Masuk Bursa Gubernur BI, Siapa Benar?

| 22 Jan 2026 05:04
Pras-Dasco Beda Suara soal Pengusul Thomas Masuk Bursa Gubernur BI, Siapa Benar?
Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono

ERA.id - Keponakan Presiden Prabowo Subianto sekaligus Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono disorot seiring kabar menguatnya dia dalam bursa menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Thomas disebut sebagai salah satu tokoh yang diusulkan Prabowo untuk mengisi posisi Deputi Gubernur BI. Isu tersebut mencuat setelah pemerintah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) kepada DPR RI terkait pengusulan calon pimpinan Bank Indonesia.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prasetyo Hadi mengakui kalau Prabowo memilih keponakannya itu sebagai salah satu nama dalam bursa calon Deputi Gubernur Bank Indonesia, tentunya diikuti sejumlah pertimbangan.

“Ada alasan-alasan tertentu. Kan ada beberapa nama,” kata Prasetyo yang juga Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa silam.

Prasetyo mengatakan, kini Thomas sudah tidak lagi memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Gerindra sebab Thomas sudah mengundurkan diri.

Berbeda dari Pras, Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa ada tiga nama calon pengganti Deputi BI yang mengundurkan diri.

Presiden, kata Dasco, meneruskan surat dari Gubernur BI soal pengunduran diri deputi itu kepada DPR agar tiga nama calon penggantinya dilakukan uji kelayakan dan kepatutan.

"Jadi, usulan nama-nama itu bukan dari Presiden, tetapi dari Gubernur BI yang mencari pengganti dari deputi yang mengundurkan diri," kata Dasco.

Menurut dia, pengusulan tiga nama, termasuk Thomas Djiwandono, diputuskan oleh BI secara kolektif kolegial. Dengan begitu, pengusulan nama Thomas bukan berasal dari Presiden Prabowo.

"Jadi, ya bagaimana kemudian seorang deputi bisa mengambil keputusan-keputusan penting tanpa disetujui oleh yang lain itu tidak mungkin," kata Wakil Ketua DPR RI itu.

Rekomendasi