ERA.id - Viral tiga desa di Kalimantan Utara, masuk ke dalam wilayah Malaysia. Hal ini langsung jadi candaan warganet, banyak yang bilang berapa gaji masyarakat yang tinggal di desa yang dimaksud.
Merespons itu, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan pemerintah sedang mencari jalan keluar. Mereka akan memeriksa secara langsung di lapangan untuk memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi dan permasalahan yang ada.
"Nanti kita cari jalan keluar. Nanti kita cek di lapangan," kata Prasetyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin kemarin.
Ia menyebut persoalan ini juga akan didiskusikan dengan pihak-pihak terkait untuk memperoleh jalan keluar terbaik.
"Kita diskusikan," imbuhnya.
Sebelumnya Badan Nasional Pengelola Perbatasan dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR menyampaikan ada Outstanding Boundary Problem (OBP) yang telah disepakati antara Indonesia dengan Malaysia pada Joint Indonesia-Malaysia ke-45, Februari 2025 lalu.
Kemudian BNPP menyampaikan ada tiga desa di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara yang saat ini masuk ke wilayah Malaysia, yakni Desa Kabungalor, Desa Lipaga, Desa Tetagas.
Namun demikian di sisi lain, disebutkan, ada juga wilayah Malaysia yang masuk menjadi bagian dari Indonesia seluas kurang lebih 5.207 Hektare, untuk pengembangan zona perdagangan bebas.
Adapun Kepala Badan Pengelola Perbatasan Provinsi Kalimantan Utara, Ferdy Manurun Tanduklangi, menegaskan, isu yang menyebut adanya desa yang hilang akibat perubahan batas negara Indonesia-Malaysia di Kabupaten Nunukan, tidak benar.
"Bahwa rapat Panitia Kerja Perbatasan DPR pada 22 Januari 2026 tidak secara khusus membahas sengketa batas negara RI–Malaysia di Kalimantan Utara, melainkan berfokus pada percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat kawasan perbatasan," kata dia, di Tanjung Selor, Sabtu.
Hal tersebut dia sampaikan saat dikonfirmasi terkait polemik perbatasan yang viral di media sosial.
Penyelesaian Batas Negara RI–Malaysia di Nunukan sedang berproses dan sesuai rencana kedua negara. Kegiatan ini dilakukan sudah lama dan bertahap, bukan secara tiba-tiba.