ERA.id - Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, partainya masih melakukan simulasi terkait ambang batas parlemen yang ideal. Karena itu belum bisa diungkapkan ke publik.
"Dalam internal Gerindra kami baru kemudian awal mengadakan simulasi-simulasi internal," ujar Dasco di kediaman Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Jumat (6/2/2026).
Lantaran masih dikaji, sikap Partai Gerindra terkait ambang batas parlemen belum mencapai titik akhir. Simulasi masih akan terus dilakukan hingga menemukan titik ideal.
"Hal itu baru bersifat simulasi dan belum final, sehingga kemudian kita belum dapat menyampaikan ke publik mengenai hal-hal yang dilakukan dalam simulasi tersebut," kata Dasco.
Sebelumnya, Partai Amanat Nasional (PAN) mendukung penghapusan ambang batas. Tidak hanya untuk pemilihan presiden (Pilpres), tetapi juga pemilihan legislatif (Pileg)
"Kita termasuk di antara partai yang dari dulu memang menginginkan adanya penghapusan ambang batas, baik itu pilpres maupun untuk pemilihan legislatif," ujar Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
PAN meminta ambang batas parlemen menjadi 0 persen agar semua suara masyarakat yang masuk melalui Pemilu dapat ditampung. Berkaca pada Pemilu sebelumnya, banyak suara yang terbuang karena partai tidak lolos ke parlemen tersandung ambang batas.
"Karena kita melihat dengan adanya ambang batas ini ada jutaan apa pemilih yang kemudian tidak bisa ditampung aspirasinya di DPR karena partainya tidak lolos, dan itu jumlahnya tidak kecil, belasan juta," ujarnya.