Kemarin Bilang "Goblok", Kini Prabowo Hormati Pakar, Sebut Bicaranya Suka Dipelintir

| 25 Sep 2026 08:42
Kemarin Bilang
Presiden Prabowo Subianto saat membahas pengelolaan lahan gambut dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9) kemarin.

ERA.id - Depan sejumlah pakar dan akademisi, Presiden Prabowo Subianto membela dirinya soal ungkapan "pakar goblok" yang membuat pubkik marah. Katanya omongannya suka dipelintir.

Dia mengaku menghormati para pakar dan akademisi, malah masukan mereka dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan pemerintah.

"Jangan salah ya menerima, kadang-kadang saya kalau bicara di audiens, suka dipelintir ya, dibilang seolah saya nggak hormati pakar. Saya paling hormat sama pakar," kata Prabowo saat membahas mengenai pengelolaan lahan gambut dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9) kemarin.

"Kenapa saya berhasil sebagai perwira? Karena saya selalu cari pakar," ujarnya.

Prabowo justru meminta para pakar memberikan masukan mengenai langkah terbaik untuk mencegah kebakaran di kawasan hutan, khususnya yang memiliki lahan gambut.

Kepala Negara mengajukan tiga hal utama untuk dibahas, yakni langkah pencegahan kebakaran di kawasan hutan, langkah khusus untuk kawasan hutan yang memiliki gambut, serta kemungkinan pemanfaatan lahan gambut secara produktif.

"Sebagai ahli, tolong saya diberitahu, apa langkah terbaik untuk kita cegah kebakaran di kawasan hutan, pertama. Kedua, kawasan hutan yang ada gambutnya. Dua hal. Dan ketiga yang saya minta, saran dari Saudara-saudara, apakah gambut ini bisa kita manfaatkan ke arah produktif?" kata Prabowo.

Prabowo juga meminta masukan ilmiah mengenai pengelolaan gambut, termasuk kemungkinan menanam tanaman di atas lahan tersebut, sehingga pencegahan kebakaran dapat dilakukan dengan pendekatan yang berbasis pengetahuan.

Prabowo mengatakan pemerintah telah melakukan langkah mitigasi fisik, seperti menyiapkan sarana pemadam kebakaran, embung, dan pompa sebelum kebakaran terjadi. Namun, menurut dia, diperlukan pula solusi ilmiah khusus untuk kawasan gambut.

"Kalau bisa, ada jawaban ilmiah, a scientific solution," ujar Prabowo.

Rekomendasi