Deretan Makian Prabowo, Kini Sebut "Goblok" ke Pengkritiknya

| 19 Sep 2026 05:04
Deretan Makian Prabowo, Kini Sebut
Presiden Prabowo Subianto berpidato dalam peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Jumat (18/9/2026). (Dok.BPMI Setpres/Muchlis Jr)

ERA.id - Presiden Prabowo Subianto memaki lagi, kali ini dalam peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Dia menuding pakar yang kerap mengkritik kebijakan pemerintah itu "goblok" karena terlalu merasa pintar. “Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar. Saking pintarnya jadi goblok,” ujar Prabowo.

Uniknya, kader PAN yang mendengar itu malah tertawa dan bertepuk tangan. Kejadian ini langsung mengundang keheranan publik di aplikasi X. Banyak yang menyayangkan kalau kader PAN seakan-akan bahagia melihat itu.

Prabowo sendiri mengatakan tidak terlalu mempersoalkan kritik yang mengarah kepadanya, tetapi keberatan jika kritik tersebut menjadi fitnah. Soal kata "goblok", dia merasa kemungkinan ucapannya akan dipotong dan diulang.

“PAN kan juga ada basis agamis. Kalau tidak salah ada hadis yang bunyinya fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. Surat Al-Baqarah ayat 191. Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan,” tuturnya.

“Ada beberapa pakar saking pakarnya, dia melontarkan fitnah saudara-saudara. Tapi sudahlah kita bangsa besar, kuat, saya pun mencatat saja. Kalau dia sadar saya maafkan,” kata Prabowo.

Beberapa makian

Selain "goblok", ada beberapa makian yang juga pernah dilontarkan Prabowo. Setelah itu, publik juga meradang dan keheranan, mengapa pejabat tinggi bisa berujar seperti itu.

Pertama yakni "ndasmu". Itu disampaikan pada 15 Februari 2025 dalam HUT ke-17 Partai Gerindra di Sentul, Bogor. Kedua yakni brengsek yang dipaparkan pada 23 Juli 2025 dalam Harlah ke-27 PKB di JCC Senayan, Jakarta.

“Brengsek” itu disampaikan dengan bercanda sebab cangkir yang diambilnya ternyata berisi teh, bukan kopi. “Ini cangkir, isinya teh, bukan kopi. Kopi itu senjata rahasia saya. Kalau saya minum kopi, saya jadi pintar. Brengsek.”

Ketiga yakni "ndasmu" lagi pada 24 Juni 2026 saat Prabowo menemui petani dan nelayan di Gorontalo. Prabowo kembali mengucapkan “ndasmu” saat mengkritik teori trickle-down economics. Ia langsung minta maaf dan bercanda meminta wartawan menghapus rekaman. 

Keempat yakni "londo ireng" pada 23 Juli 2026 dalam Harlah ke-28 PKB di JCC, Jakarta.

Kampanye setop mengejek

Walau penuh kontroversi dalam pidatonya, Prabowo pernah mengajak publik untuk tidak meneruskan budaya hujat-menghujat, ejek-mengejek.

"Kita punya budaya. Ada istilahnya 'mikul dhuwur mendhem jero'. Kepada keluarga kita yang baik, kita angkat setinggi-tingginya, tapi janganlah kita teruskan budaya hujat-menghujat, ejek-mengejek," katanya saat meresmikan operasional Lotte Chemical Indonesia New Ethylene Project (LINE Project) di Cilegon, Banten, 6 November 2025.

Dalam keterangan itu disebutkan bahwa pepatah tersebut adalah cerminan dari etika sosial dalam budaya Jawa yang berarti menjunjung tinggi kehormatan keluarga dan harga diri serta menggambarkan rasa hormat kepada orang lain.

"Pemimpin itu manusia, apakah pemimpin maha paripurna? Tidak. Pemimpin pasti ada kekurangan, tapi pada esensinya, marilah kita punya rasa keadilan. Marilah kita menjadi manusia yang jernih. Marilah kita menghormati orang tua, menghormati semua yang berjasa," katanya.

Prabowo mengungkapkan kekagumannya kepada bangsa Korea Selatan. Menurutnya, Korea Selatan adalah bangsa pekerja keras, setelah diterjang perang berkali-kali.

Rekomendasi