Cuaca di Gowa Sulsel Buruk, Pantauan BMKG: Berawan

Tim Editor

Pohon tumbang di jalan poros Gowa-Takalar (Instagram @info_kejadian_makassar)

ERA.id - Angin kencang disertai hujan deras memporak-porandakan sejumlah rumah di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulsel, Sabtu (17/10/2020). Anehnya, kejadian ini dibaca lain oleh satelit Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulsel.

Dari pantauan era.id, di beberapa media sosial Instagram seperti @info_kejadian_makassar dan Istri Bupati Gowa, Priska Paramita Adnan, menunjukkan bahwa angin kencang dan badai melanda Gowa. 

Di @info_kejadian_makassar, terlihat sejumlah atap rumah warga roboh. Selain itu, pohon yang ada di sepanjang jalan poros Gowa-Takalar tumbang ke jalan dan mengakibatkan arus lalu lintas jadi terganggu.

BMKG Sulsel melalui bagian prakiraan cuaca (Fct), Rizky Yhuda menerangkan bahwa dari satelit milik BMKG Sulsel, cuaca di Kabupaten Gowa pada umumnya berawan dan tidak menunjukkan akan terjadi angin kencang dan badai.

Rizky bilang, cuaca berawan yang disertai hujan lebat tidak terpantau sejauh ini. "Pantauan dari citra satelit di wilayah Gowa kondisi cuacanya berawan, angin kencang yang diakibatkan oleh awan cumulonimbus yang umumnya disertai hujan lebat, tidak terpantau." terang Rizky lewat WhatsAppnya.

Lebih jelasnya, Rizky mengungkapkan jika peristiwa perubahan cuaca dari satelit tidak terpantau, biasanya diakibatkan oleh pergerakan awan kecil berskala lokal. "Dikarenakan ukuran awan yang kecil atau skala lokal," pungkasnya.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pohon tumbang di jalan daerah bontonompo, Kabupaten Gowa, Sabtu sore, 17 Oktober 2020. Kiriman Follower

A post shared by Info Kejadian Makassar (@info_kejadian_makassar) on

Admin akun instagram @info_kejadian_makassar menyampaikan bahwa kejadian ini terjadi sore hari di mulai pukul 15.19 Wita tadi. "Kondisi perbatasan Bajeng-Bontonompo, Jl poros Gowa-Takalar, Sabtu sore, 17 Oktober 2020, pukul 15.19, akibat angin kencang. Kiriman Followers," tulis admin.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak BPBD Kabupaten Gowa terkait berapa jumlah rumah warga yang rusak akibat angin kencang disertai hujan ini. Namun diperkirakan kerugian yang dialami oleh para warga mencapai puluhan juta rupiah.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Kondisi perbatasan bajeng-bontonompo, jl.poros Gowa-Takalar, Sabtu sore, 17 Oktober 2020, pukul 15.19, akibat angin kencang. Kiriman Follower

A post shared by Info Kejadian Makassar (@info_kejadian_makassar) on

Tag: cuaca ekstrem

Bagikan: