Fakta Soal Dugaan Timses Gibran Sekap dan Aniaya Perempuan di Surabaya

Tim Editor

Hoaks kasus timses Gibran

ERA.id - Beredar kabar bahwa tim sukses Gibran di Pilkada Solo, yakni RZ, menyekap dan menganiaya seorang wanita di Surabaya. hal itu sempat viral.

Belakangan, RZ menyebut jika dirinya hanya mengaku-ngaku timses dengan menunjukkan fotonya yang bersama Gibran. Selain itu, Ketua Tim Gibran dan pihak yang berwajib sudah memastikan bahwa pelaku bukan Timses Gibran.

Sebelumnya, dilansir dari Liputan6.com, Polisi di Surabaya, Jawa Timur menangkap seorang pria berinisial RZ (33) setelah  menganiaya pacarnya, AC. Pelaku mengaku sebagai tim sukses (Timses) Calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo menuturkan, pelaku awalnya mengaku sebagai timses. Namun, usai diperiksa, pelaku bukanlah timses.

Hartoyo mengatakan, kejadian penganiayaan terjadi pada 15 Oktober 2020, sekitar pukul 05.00 WIB, di apartemen korban yang berlokasi di Surabaya. Pelaku dan korban mempunyai hubungan dekat.

“Kami mengamankan pelaku pada 22 Oktober kemarin. Korban mengalami luka luka di bagian pipi siku dan dilakukan penyekapan atau dikunci dari luar ditinggal pelaku,” ucap Hartoyo. Hartoyo menegaskan, motif kasus penganiayaan ini adalah pertengkaran atau cekcok antara pelaku dan korban.

Sementara saat di hadapan wartawan, pelaku mengatakan jika dirinya hanya pekerja biasa, bukan tim sukses Gibran. “Saya cuma pekerja biasa kok, pekerja wiraswasta. Bukan timses Gibran, foto sama Gibran waktu itu lagi main aja di sana, cuma main kok ndak ke mana-mana,” ujar RZ.

Selain itu, Ketua Umum Gerakan Relawan Indonesia, Tim Sukses Gibran Rakabuming Raka, Widhi Wicaksono mengaku tak kenal dengan RZ atau Rahardian Zulfikri.

“Yang bersangkutan saya tidak kenal secara pribadi, baru kenal saat datang untuk minta berfoto tersebut. Dan kami tidak mungkin tolak, atau lacak backgroundnya dulu sebelum berfoto,” ungkapnya.

“Tiap hari mas Gibran bertemu dan menyapa warga, kadang puluhan, ratusan dan pernah ribuan dalam sehari. Saat bertemu itu tidak jarang pada meminta foto atau tandatangan. Mas Gibran juga tidak mungkin cek satu per satu background, dia orang mana, berasal dari mana,” papar Widhi kepada nusadaily.com.

“Yang bersangkutan mendatangi sekretariat/posko saat ada acara mas Gibran, tentu bisa berfoto di foto booth yang disediakan,” jelasnya. Jadi pelaku main ke posko, kemudian berfoto dengan Gibran. Bahkan ada juga foto pelaku pura-pura action rapat dengan tim posko Gibran.

Tag: cek fakta

Bagikan: