Pemerintah Susun Peta Sebaran Vaksinasi COVID-19

| 08 Dec 2020 08:45
Pemerintah Susun Peta Sebaran Vaksinasi COVID-19
Ilustrasi vaksin COVID-19 (Dok. Antara)

ERA.id - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan proses vaksinasi COVID-19 kemungkinan tidak dilakukan secara serempak di seluruh wilayah di Indonesia. Hal ini merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo agar vaksin COVID-19 dipetakan prioritasnya.

"Yang diamanatkan Presiden Joko Widodo pada rapat kabinet terbatas bahwa di dalam vaksinasi juga harus memperhatikan tentang geospasial atau lokasi di mana terjadi kemungkinan terjadi penumpukan partikel virus," ujar Muhadjir dalam konfrensi pers virtual, Senin (7/12/2020).

Menurutnya memang sebaran COVID-19 Indonesia ini tidak merata dan di mana saja kemungkinan terjadi penumpukan partikel-partikel virus dan tidak. Karena itu, vaksinasi COVID-19 akan disebar ke daerah prioritas terlebih dahulu. Untuk itu, kata Muhadjir, Jokowi meminta terkait peta sebaran COVID-19 mendapat perhatian khusus.

Muhadjir menjelaskan, berdasarkan standar dari organisasi kesehatan dunia (WHO) tentang rasio jumlah yang harus diberi vaksin dengan jumlah penduduk itu tidak bisa sepenuhnya diterapkan di Indonesia. Dengan asumsi bahwa tidak seluruh wilayah Indonesia terpapar virus korona dengan intensitas yang sama. 

"Karena itu saya mohon nanti mendapatkan perhatian utama di dalam menetapkan peta siapa saja yang harus divaksin dan siapa yang boleh dianggap tidak berisiko kalau seandainya tidak divaksin," kata Muhadjir. 

"Terutama berkaitan dengan lokasi atau tempat dimana mereka berada juga dipertimbangkan tentang tingkat mobilitas penduduk dari satu tempat ke tempat yang lain," imbuhnya.

Muhadjir menambahkan, sesuai rekomendasi dari komite penasihat ahli imunisasi nasional, vaksin COVID-19 akan diprioritaskan bagi mereka yang berada di garda terdepan penanganan COVID-19. Misalnya seperti tenaga kesehatan, TNI dan Polri. 

Selain itu vaksinasi COVID-19 juga diberikan terlebih dahulu kepada kelompok risiko tinggi yaitu kelompok pekerja termasuk di dalamnya para pedagang pasar, pelayan toko atau pramuniaga dan juga mereka yang bekerja di sektor sektor perusahaan industri, para karyawan dan para pegawai.

"Itulah yang akan menjadikan yang akan dilakukan vaksinasi prioritas," pungkasnya.

Rekomendasi