Peta Capres 2024, Ada Kemungkinan Jokowi-Prabowo Jadi Calon Tunggal

Tim Editor

Jokowi dan Prabowo (Dok. Instagram Prabowo)

ERA.id - Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari menyebut ada peluang perhelatan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 akan diisi pasangan calon tunggal. Adapun yang memungkinkan menjadi calon tunggal, menurutnya adalah Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Qodari mengatakan, jika pasangan Jokowi-Prabowo benar maju di Pilpres 2024, kemungkinan besar akan melawan kotak kosong.

"Kalau skenario Pilpres 2024 yang abnormal, Jokowi berpasangan dengan Prabowo, dan cuma jadi satu pasangan berhadapan dengan kotak kosong," ujar Qodari dalam acara diskusi virutal di kanal YouTube Transvision Official, Rabu (24/2/2021).

Qodari menjelaskan, jika Jokowi-Prabowo maju di Pilpres 2024, dipastikan semua partai politik akan mendukung pasangan tersebut. Hal itu, kata dia, bukan hal yang tidak mungkin apabila berkaca dari komposisi partai politik yang ada dalam Kabinet Indonesia Maju. 

Seperti diketahui, pada masa awal kepemimpian Jokowi di periode kedua, kursi menteri pertahanan diberikan kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang notabene adalah lawan politiknya di Pilpres 2019. Belakangan, saat merombak kabinet, Jokowi menunjuk Sandiaga Uno yang juga kader Gerindra menggantikan Wishnutama sebagai menteri pariwisata dan ekonomi kreatif.

"(Jokowi-Prabowo) pasti melawan kotak kosong karena semua partai politik berdiri di belakang Jokowi dan Prabowo. Memang mungkin? Pasti mungkin, jangan dibantah karena semua partai sekarang masuk kabinet," kata Qodari.

Terkait dengan PKS dan Demokrat, Qodari meramalkan kedua partai itu pun akan sangat sulit mengajukan pasangan calon untuk melawan Jokowi-Prabowo apabila benar maju di Pilpres 2024. Sebab, kursi PKS dan Demokrat jika digabungkan tidak sampai 20 persen yang merupakan salah satu syarat bagi partai politik untuk mengajukan calon presiden.

Dengan demkian, kata Qodari, sangat bisa dipastikan Jokowi-Prabowo melawan kotak kosong dan mejadi pasangan calon yang tak terkalahkan. 

"PKS digabung dengan Demokrat, kursinya tidak sampai 20 persen. Bisa dicatat ini. Paslon 2024 cuma satu pasangan Jokowi-Prabowo. Dan itu seng adalawan. Itu skenario abnormal ya," kata Qodari.

Selain itu, apabila pasangan Jokowi-Prabowo benar-benar muncul di Pilpres 2024 akan berdampak positif. Sebab, tidak lagi memunculkan dua kubu seperti pada Pilpres sebelumnya. "Yang namanya perseteruan relatif hilang atau mengecil, karena kan keduanya adalah nasionalis," kata Qodari.

Meski demkian, skenario Pilpres 2024 tidak hanya diisi oleh kemungkinan berpasanganya Jokowi-Prabowo saja. Qodari juga menyebut ada peluang besar pasangan calon berasal dari Partai Gerindra dengan PDI Perjuangan.

Menurutnya, melihat kedekatan Gerindra dan PDIP belakangan ini, tidak menutup kemungkinan Prabowo akan menggandeng kader PDIP sebagai cawapres. Sedangkan kemungkinan yang menjadi lawannya adalah orang yang dianggap representatif dari kelompok agama, misalnya Anies Baswedan.

"Prabowo berpasangan dengan wakilnya dari PDIP. Nah lawannya siapa, kemungkinan representatif dari "kelompok Islam" yang pada hari ini nomor satu adalah Anies," kata Qodari.

Skenario selanjutnya, menurut Qodari, bisa saja PDIP mengajukan pasangan calon sendiri. Hal ini sangat memungkinkan, mengingat jumlah kursi partai berlambang banteng ini lebih dari 20 persen. 

Sementara Gerindra bisa saja menggandeng partai lain, dengan tetap menampilkan Prabowo sebagai calon presiden. Menurut Qodari, Gerindra hanya perlu menggandeng partai politik dengan perolehan suara menengah agar bisa memajukan calon pasangan di Pilpres 2024.

"Gerindra pasti bisa maju (di Pilpres 2024). Kenapa? karena partainya cukup besar dan cukup berpasangan dengan satu partai menengah saja mau itu PAN, PKS itu sudah cukup," kata Qodari.

"Semua skenario itu harus kita lihat dari sekarang supaya kita bersiap-siap dengan segala kemungkinan," pungkasnya.

Tag: jokowi capres prabowo subianto pilpres 2024 joko widodo

Bagikan: