Demokrat Berpolemik, Gede Pasek Ingatkan SBY: Orang AU Disapu Bersih

Tim Editor

Anas Urbaningrum (Wikimedia Commons)

ERA.id - Demokrat di tangah Agus Harimurti Yudhoyono diguncang prahara. Sampai hari ini, partai Demokrat terus berpolemik dengan kader dan mantan kadernya yang ingin menggelar Kongres Luar Biasa (KLB).

Di tengah guncangan itu, Presiden Indonesia yang kelima dan keenam, sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuat video yang menanggapi kisruh dalam partainya.

"Akan menjadi benteng dan bhayangkara partai ini, dan akan menghadapi siapapun yang merusak, mengganggu, merebut, dan menghancurkan partai kita," tutur SBY.

"Ini sumpah saya, kesetiaan terhadap Partai ini  adalah darah saya, milik saya yang paling berharga di bawah kesetiaan saya kepada Bangsa dan Negara Yang tercinta,” tambah SBY pada 22 Februari 2021 lewat potongan video yang dibagikan kader Demokrat, Imelda Sari.

Sehari seusai video itu diunggah Imelda, mantan kader Demokrat, Gede Pasek Suardika, memberi komentar menohok. Ia mengingatkan SBY soal keputusannya yang dianggap Gede Pasek menyingkirkan orang Anas Urbaningrum.

"Saya tidak komentar soal SUMPAH Beliau...Hanya teringat sebuah kisah jelang KLB di Bali bertemu di Istana berdua, JANJI gabungkan semuanya jika terpilih jadi ketum. Setelah terpilih aklamasi ehh malah semua orang AU disapu bersih di kepengurusan. Janji dan Sumpah itu beda tipis."

Setelahnya, warganet ikut berkomentar. Salah satunya @didiklpambudi. Bung Pasek urus Hanura saja. Usahakan masuk parlemen di 2024. Jangan kebiasaan urus partai orang. Jangan kayak pepatah: kuman seberang lautan nampak, gajah di pelupuk mata gak melihat."

Dikomentari begitu, Pasek pun lalu membalas, "Mas Didik, baca saja status Saya dg baik. Sejarah lalu itu tdk bisa dihapus oleh kondisi masa depan. Saya nggak ngurus kok, tapi sejarah harus dibuka jika saatnya tiba. Nggak percaya..? Tanya saja..."

Tag: sby anas urbaningrum partai demokrat klb partai demokrat

Bagikan: