Setahun Pandemi, Dipaksa Jadi 'Manusia Digital'

Tim Editor

Ilustrasi (Pixabay)

ERA.id - Anggota Komisi I DPR RI Ahmad Rizki Sadig menilai selama masa pandemi COVID-19, masyarakat dipaksa untuk beradaptasi. Seluruh kegiatan pun ditopang secara digital atau lewat teknologi informasi. 

"Dulu mungkin menjadikan teknologi informasi sebagai sesuatu yang menjadi tambahan-tambahan kemampuan dalam memperkuat kemampuan dalam bersosialisasi dengan masyarakat ataupun secara umum dalam dunia usaha dan lain sebagainya, tapi hari ini ketergantungan semakin besar," katanya dalam sebuah acara diskusi daring, Selasa (2/3/2021).

Misalnya dari mulai urusan sekolah. Urusan pendidikan-pendidikan itu sekarang seluruhnya dilaksanakan dengan jarak jauh. Kemudian dari sisi masalah marketing misalnya usaha-usaha kecil menengah maupun usaha-usaha rumahan juga harus ditopang untuk tetap bertahan.

"Harus bisa menyesuaikan dengan keadaan sekarang memanfaatkan teknologi informasi dan mungkin kreasi-kreasi baru yang memang akhirnya muncul karena situasi yang memaksa untuk bersama-sama mencari jalan keluar," katanya.

Ia menilai di sini peran pemerintah sudah dianggap sangat luar biasa. Misalnya, Kementerian Komunikasi dan Informasi mengupayakan infrastruktur jaringan internet 

Dalam kesempatan yang sama, Guru Besar FISIP UNAIR Henri Subiakto, menyampaikan pemanfaatan internet untuk digitalisasi ekonomi kreatif. Ia menyebutkan pengguna internet Indonesia berjumlah 73 persen dari total penduduk di Indonesia. 

"Setiap saat pengguna internet naik, itu merupakan kebutuhan dasar sekarang ini, karena memang aktivitas sekarang sebagian besar dilakukan di dunia digital atau internet, makanya Bapak Presiden pada waktu ulang tahun 75 Republik Indonesia, Agustus lalu mencanangkan pentingnya transformasi digital di Indonesia yaitu untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur," katanya.

Ia mengatakan memang pemerintah sedang mencoba untuk menyelesaikan infrastruktur internet. Sumber Google dan perusahaan digital lainnya menyebut pengguna baru ekonomi digital naik sampai 37 persen.

"Internet itu tidak bisa dilepaskan bukan hanya karena sedang pandemi, tanpa pandemi pun akan tetap memanfaatkan internet," katanya.

Lebih lanjut, Praktisi Komunikasi Heidar Hasni menilai digitalisasi sudah menjadi tuntutan pasar. Bahkan hal ini juga mengubah strategi operasi bisnis.

"Tuntutan pasar memang inginnya belanjanya di rumah, sudah tidak perlu ke pasar, tidak perlu lagi jalan-jalan ke mall, cukup buka internet cari apa yang di inginkan, proses digitalisasi akan terus berkembang secara pesat," katanya.

Ia menambahkan saat ini penyebaran internet sudah sangat cukup bagus. "Sekarang ini hanya butuh mobile phone untuk masuk ke dunia digital, lalau memiliki pengalaman dasar dan kreatifitas," katanya.

 

Tag: ekonomi digital covid-19

Bagikan: