'Euforia' Pakai Medsos, Masyarakat Diingatkan Pentingnya Lawan Hoaks

| 10 Mar 2021 18:30
'Euforia' Pakai Medsos, Masyarakat Diingatkan Pentingnya Lawan Hoaks
Ahmad Rizki Sadig (Dok. Istimewa)

ERA.id - Anggota Komisi I DPR Ahmad Rizki menilai masyarakat perlu bijak menggunakan media sosial, khususnya untuk melawan hoaks. Ia mengingatkan jangan sampai euforia menggunakan teknologi tapi tak tahu soal regulasinya.

"Karena bisa saja terkena delik tentang undang-undang ITE, jangan sampai kemudian menjadi masalah, tanpa sadar melakukan sebuah aktivitas dengan menggunakan jaringan internet media sosial, tetapi dikatakan sebagai penyebar berita bohong," katanya dalam diskusi daring lewat keterangannya, Rabu (10/3/2021).

Menurutnya, dalam bersosial media, khususnya saat akan menyebarkan informasi, perlu dipastikan dulu hal tersebut terkonfirmasi. Apalagi saat informasi yang disebarkan soal kesalahan orang lain atau akan memperburuk situasi.

"Orang yang bisa berlaku secara santun memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dan informatika," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Hubungan Antara Lembaga Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggi dan Transmigrasi Samsul Widodo menyebutkan Facebook merupakan aplikasi terbesar yang paling banyak menyebarkan hoaks, disusul Whatsapp dan Youtube.

"Bahkan ada TV juga pernah terlanjur memberitakan sesuatu yang tidak benar, karena memang semua berlomba dituntut untuk mengirimkan berita dengan cepat, jadi ini yang terjadi, saking cepatnya sehingga malah menjadi tidak kontrol," katanya.

Ia meminta masyarakat agar berhati-hati saat membaca judul yang dianggap provokatif. Sehingga penting untuk memeriksa kebenaran sebuah informasi.

"Ikut serta dalam grup diskusi anti hoax di media sosial itu juga bisa dan kalau bisa kirim ke Polisi atau Kominfo meminta di cek kebenarannya," katanya.

Kemudian, tokoh pemuda Adhiwena Wirya Wiyudi menilai media sosial menjadi salah tempat untuk orang yang memiliki niat jahat. Diantaranya maraknya penipuan hingga hoaks. 

"Kalau resiko dari adanya hoaks atau fake news, jadi hoaks ini ternyata bukan hanya meresahkan tapi sudah dalam tingkat berbahaya, karena dapat menimbulkan dampak yang lebih parah di masyarakat," katanya.

Rekomendasi