'Lompatan' Transformasi Digital Saat Pandemi, dari Uang Hingga Emas Digital

Tim Editor

Ilustrasi penggunaan teknologi (Pixabay)

ERA.id - Anggota Komisi I DPR Helmy Faisal Zaini menyebut saat ini semua bidang sedang bergerak ke arah yang serba digital. Karena itu, mereka yang paling lama bertahan hanya yang pandai beradaptasi dengan perubahan dan perkembangan zaman.

"Hari ini menyongsong era yang disebut dengan lahirnya revolusi 4.0, saya sering menyebut bahwa era transformasi digital ini adalah sesuatu yang bersifat taken for granted sesuatu yang bersifat imperatif, bukan lagi sesuatu yang bersifat choice," kata Helmy dalam diskusi daring, Rabu (16/6/2021).

Ia mencontohkan saat ini transaksi sudah bermigrasi dari konvensional ke online. Bahkan ia menyebut 90 persen nasabah bank tidak lagi datang ke bank, tapi melakukan transaksi online.


"Bisa-bisa sumber daya manusia yang ada bisa menganggur, itu harus mulai dipertimbangkan untuk optimalisasi peran-peran dari para staf menangkap berbagai macam perkembangan zaman," katanya.

Begitu pun dengan pola pikir menyimpan emas. Ia mencontohkan dulu orang kerap menyimpan emasnya ke pegadaian. Saat ini Pegadaian BUMN telah membuat transformasi dengan membuat slot emas digital.

"Saya melihat jumlah downloader dan user-nya sudah banyak sekali, bayangkan kalau perusahaan sebesar Pegadaian itu yang sudah punya sejarah panjang, mereka tidak punya lompatan transformasi digital, sementara generasi baby boomers itu sudah tidak lagi menggunakan gadget dan jumlah nasabah ini sekarang lebih banyak generasi milenial," katanya.

Ia menyebut ada salah satu survei yang memprediksi di tahun 2025 penduduk Indonesia 70 persen akan dihuni oleh generasi milenial dalam bonus demografi. Usia produktif akan lebih banyak.

"Saat itu seluruh stakeholder baik itu negara, swasta, civil society, ormas harus punya kesiapan-kesiapan di dalam menyambut menyongsong datangnya era yang tentu akan sangat berbahaya itu," katanya.

Tag: digital platform DPR RI Helmy Faishal Zaini transformasi digital

Bagikan: