Minta Bantuan Bebaskan Rizieq ke Komisi III DPR, Kumpulan Ulama se-Jateng: Yang Terpenting dalam Tubuh Beliau Mengalir Darah Nabi..

Tim Editor

Dokumentasi-Rizieq Shihab resmi ditahan sebagai tersangka kasus kerumunan. (Foto: Antara)

ERA.id - Perkumpulan Habib dan Ulama se-Jawa Tengah yang tergabung dalam Ahli Sunnah Waljamaah melakukan audiensi bersama Komisi III DPR, Senin (6/12/2021). 

Dalam pertemuan itu, mereka menyinggung kasus yang menjerat eks pentolan FPI Rizieq Shihab (HRS). Mereka meminta Komisi yang membidangi hukum hadir dalam kasus yang mendera eks pentolan Front Pembela Islam (FPI) tersebut.

Abdul Rouf perwakilan dari Sragen menyebut bahwa dalam tubuh Rizieq Shihab mengalir darah Nabi Muhammad. Untuk itu, ia meminta bantuan kepada Komisi III DPR untuk turun tangan menyelesaikan kasusnya.

"Tidak melihat HRS ini siapa, yang terpenting dalam tubuh beliau mengalir darah Muhammad. Kami muhibin para habaib kemudian inti yang ingin saya tanyakan seberapa parahkan salah beliau," kata Abdul Rouf.

Perkumpulan Habib dan Ulama se-Jawa Tengah yang tergabung dalam Ahli Sunnah Waljamaah melakukan audiensi bersama Komisi III DPR. (Tangkapan Layar/YouTube DPR RI)

Abdul Rouf menyebut dirinya mendengar informasi hanya sebatas pengakuan Rizieq yang menyebut kondisi kesehatannya baik-baik saja usai menjalani perawatan di RS Ummi, Bogor.

Ia menduga apabila penerapan pemidanaan hanya merujuk hal tersebut, maka bukan tidak mungkin banyak ulama dengan kondisi serupa bisa tertimpa proses hukum seperti Rizieq.

"Kalau itu diterapkan tidak menutup kemunkginan kiai, habib, ulama lain dengan kondisi yang sama dan nasib yang sama akan tertimpa sebagaimana yang akan diterima oleh HRS," kata dia.

Terakhir, Abdul Rouf, meminta Komisi III DPR hadir dalam masalah ini dengan memberikan sumbangsih untuk menyelesaikan kasus Rizieq Shihab.

"Kami mohon bahwa anggota DPR Komisi III wajib hadir dalam masalah ini, hadir untuk memberi sumbangsih terhadap posisi yang saat ini dialami oleh beliau," kata dia.

Tag: rizieq sihab dpr habib rizieq kriminalisasi ulama

Bagikan: