Pilih Berkoalisi dengan PKB, PKS: Agar Tak Terjadi Politik Identitas

| 09 Jun 2022 19:07
Pilih Berkoalisi dengan PKB, PKS: Agar Tak Terjadi Politik Identitas
Aboe Bakar Alhabsyi

ERA.id - PKS bersama PKB sepakat berkoalisi jelang Pilpres 2024. Keputusan ini diiyakan Sekretaris Jenderal DPP PKS, Aboe Bakar Alhabsyi.

"Saya berharap poros ketiga, kenapa? karena yang satu sudah jelas poros-nya, kedua sudah jelas, yang ketiga ini membongkar kebuntuan, tembok 'berlin" kita pecahkan," kata Aboe Bakar di Kompleks Parlemen, Jakarta, usai bertemu Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid, Kamis (9/6/2022).

Aboe berharap pertemuan gabungan tersebut akan menjadi magnet untuk para partai-partai politik lain untuk bergabung bersama mereka.

Menurut dia, jumlah kursi PKS di DPR sebanyak 50 dan PKB sebanyak 58, sehingga hanya membutuhkan 7 kursi untuk bisa mengusung pasangan calon presiden-calon wakil presiden.

"Artinya tinggal satu partai politik (untuk bergabung dalam koalisi). Ya kita lihat semoga berjalan panjang umur dan bisa bertahan," ujarnya.

Menurut dia, koalisi yang dibangun PKS-PKB menginginkan agar tidak terjadi politik identitas yang berlebihan, polarisasi, dan gesekan di masyarakat.

Dia mengatakan, PKS tidak masalah apabila Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar ingin menjadi capres untuk diusung di Pilpres 2024.

"Kita inginnya 3 bulan sebelum hari H, sudah oke, misalkan, Muhaimin Iskandar mau jadi presiden, silakan bismillah tidak masalah. Bagi PKS tidak penting presiden atau wapres," tuturnya.

Sementara Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid menilai Pilpres 2024 harus dilalui dengan suasana yang sejuk, dan partainya bisa berperan mempersatukan keadaan.

Dia mengaku bersyukur PKS juga memiliki pandangan yang sama bahwa tidak boleh lagi terjadi politik identitas, karena dikhawatirkan terjadi perpecahan di masyarakat.

"Hari ini menurut saya bukan sosok, namun sistem dan cara pikir yang mempertemukan, mengutuhkan, mendamaikan. Tidak ada lagi pembelahan, tidak ada lagi saling curiga, tidak ada lagi saling menjatuhkan, tidak ada lagi politik yang saling menghina," tuturnya.

Menurut dia, ke depan pasti ada pertemuan lanjutan antara Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar dengan Presiden PKS Ahmad Syaikhu untuk mematangkan konsep koalisi kedua partai tersebut.

Rekomendasi