Kemenag Tak Anjurkan Masyarakat Ibadah Umroh "Backpacker"

| 24 Feb 2024 20:15
Kemenag Tak Anjurkan Masyarakat Ibadah Umroh
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat menjawab pertanyaan media di Jakarta, Jumat. (ANTARA/Putri Hanifa)

ERA.id - Belakangan ini, tak sedikit masyarakat yang memilih ibadah umroh dilakukan secara mandiri, atau dengan kata lain backpacker-an. 

Namun, metode tersebut kini punya peraturan jelas. Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) memutuskan melarang umrah backpacker dengan alasan untuk melindungi umat Muslim yang ingin melaksanakan ibadah umroh.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan, perjalanan umrah sejatinya berbeda dengan perjalanan wisata lainnya, lantaran melibatkan aturan-aturan peribadatan yang perlu dipatuhi.

“Ini kalau kita ke luar negeri kita bisa sendiri. Ke mana? Ke Eropa, Jepang, Amerika, kemana pun kita bisa lakukan sendiri, karena tidak ada aturan-aturan dalam melakukan perjalanan itu, tapi umroh berbeda."

"Ada aturan peribadatan yang harus dipenuhi,” kata Yaqut seperti dikutip Antara, Sabtu (24/2/2024). 

Menurutnya, tidak semua umat memahami aturan-aturan tersebut, sehingga diperlukan bimbingan dan bantuan dalam melaksanakan ibadah umroh.

Selain itu, ada punya berbagai aspek praktis yang juga perlu dipertimbangkan, seperti pemesanan hotel dan makanan yang mungkin memiliki perbedaan dengan budaya kuliner Indonesia.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan pengalaman yang kurang memuaskan bagi para jamaah yang tidak terbiasa dengan lingkungan dan tata cara di negara-negara tujuan umroh.

“Tidak semuanya umat kita ini paham dengan semua itu maka dibutuhkan pembimbing. Siapa yang membimbing mereka dalam melaksanakan ibadah umroh?" ungkapnya.

Oleh karena itu, pemerintah menginginkan agar jamaah umrah mendapatkan bantuan dan panduan yang memadai dari biro perjalanan umroh yang profesional.

Dengan demikian, diharapkan setiap jamaah dapat melaksanakan ibadah umroh dengan lancar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Larangan umrah secara backpacker diharapkan dapat meminimalisasi risiko dan memastikan keselamatan serta kenyamanan bagi umat Muslim yang melaksanakan ibadah umroh.

“Banyak hal yang jadi pertimbangan pemerintah kenapa sebaiknya memang umroh backpacker itu dihindari."

"Jadi ada biro-biro umroh travel perjalanan ibadah umroh yang akan siap membantu umat untuk bisa menjalankan umroh dengan baik,” pungkas Yaqut.

Rekomendasi