Hafidhin Royan dan Janji yang Belum Ditepati

Tim Editor
Bandung, era.id - Hafidhin Royan punya janji kepada adiknya yang masih duduk di bangku SMA kelas 1. Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Teknik Sipil Universitas Trisakti ini mau pulang ke Bandung untuk menemani sang adik.

Hafidhin Royan memang benar-benar pulang ke Bandung. Tapi dengan situasi yang sama sekali tidak diharapkan oleh siapa pun. Tubuh Hafidhin Royan terbujur kaku. Yah, Hafidhin Royan pulang dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Hafidhin Royan adalah satu dari empat mahasiswa Trisakti yang tewas tertembak peluru 'misterius' aparat. Dan dia pulang bukan menepati janjinya, tapi untuk dikebumikan.

Sebenarnya Royan dilarang berdemo oleh Ayahnya. Namun karena idealisme dan banyaknya aktivis alumni Trisakti yang menjadi menteri, terlebih inspirasi terhadap gerakan angkatan 65 kian membakar semangatnya. Royan pun tetap turun ke jalan.

Pagi itu, 12 Mei 1998, terasa biasa saja. Sunarmi membangunkan Royan yang bersiap-siap mau kuliah untuk mengikuti Ujian Tengah Semester. Surnami saat itu sedang ada di Jakarta untuk menemani anak perempuannya yang mau melahirkan. Tanpa firasat apapun, Royan meminta izin untuk bergegas ke kampus. Ternyata, pagi itu menjadi pertemuan terakhir Sunarmi dengan Royan.

Tag: peringatan 20 tahun reformasi

Bagikan: