Pernyataan Jokowi dan Peluang Moeldoko Cawapres

Tim Editor

Moeldoko saat dilantik menjadi Kepala KSP oleh Presiden Jokowi. (Istimewa)

Jakarta, era.id – Pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengatakan sudah mengantongi nama calon wakil presiden untuk mendampinginya pada Pemilu 2019 membuat semua pihak penasaran. Jokowi mengatakan bakal mengumumkan nama cawapresnya pada saat yang tepat.
Apa yang disampaikan Presiden makin menarik karena beberapa hari sebelumnya ramai dibicarakan peluang Moeldoko menjadi cawapres Jokowi.

Moeldoko adalah mantan Panglima TNI yang saat ini menjabat Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), dan baru saja menyatakan bakal mundur dari kursi Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Hanura.

"Saya sudah menyiapkan diri mengundurkan diri dari Hanura. Saya akan fokus pada pekerjaan dulu," ujar Moeldoko, di kantornya, Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (2/7).

Mundurnya Moeldoko bisa jadi sebagai langkah menjajaki tangga menuju kursi cawapres Jokowi. Apalagi jabatan sebagai Kepala KSP kini menjadikan Moeldoko sering mendampingi Presiden Jokowi saat kunjungan kerja di dalam dan luar negeri.

Dalam simulasi pasangan capres-cawapres yang dirilis Populi Center pada Rabu (28/2), elektabilitas Jokowi saat dipasangkan dengan Moeldoko mencapai 49,1 persen jika bakal capres-cawapres yang menjadi lawannya adalah Prabowo Subianto-Anies Baswedan (28,8 persen).

Survei Populi Center dilaksanakan pada 7-16 Februari dengan 1.200 responden di 120 desa/kelurahan di 120 kecamatan di 34 provinsi. Survei tersebut menggunakan metode acak bertingkat atau multistage random sampling dengan margin of error +/- 2,899 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca Juga: Moeldoko dan Cerita Bersama Jokowi

Namun, Moeldoko masih harus meningkatkan elektabilitasnya karena berdasarkan survei Poltracking pada 23 Januari-3 Februari 2018, elektabilitas pria kelahiran Kediri 8 Juli 1957 itu masih di bawah Muhaimin Iskandar, Mahfud MD, dan Sri Mulyani.



Adapun Moeldoko dilantik menjadi Kepala KSP oleh Presiden Joko Widodo setelah dua tahun pensiun dari TNI. Jenderal bintang empat ini menjabat Kepala KSP menggantikan Tetan Masduki. 

Karier Moeldoko selama di TNI sangat baik. Dimulai menjadi lulusan terbaik di Akademi Militer hingga puncaknya diangkat menjadi Panglima TNI setelah 32 tahun bertugas di Angkatan Darat. 

Kini mungkinkah Moeldoko menjadi pendamping Jokowi pada Pemilu 2019? Tentu sangat mungkin. Karena pengalamannya sebagai prajurit membuat Moeldoko mampu menyelesaikan masalah, mampu bekerja dalam komando, dan tentunya cinta NKRI.

Hal tersebut sesuai dengan hasil survei LSI Denny JA yang dirilis 14 Mei 2018. Hasil survei menyebut Moeldoko menjadi figur berlatar belakang militer yang paling potensial jadi cawapres dengan skor 34, di atas Agus Harimurti Yudhoyono dan Gatot Nurmantyo.

Tag: moeldoko pilpres 2019 jokowi

Bagikan: