Hubungan PKS-Gerindra Retak

Tim Editor

Ketua Partai Gerindra Prabowo Subianto di Kantor PKS. (era.id)

Jakarta, era.id - Politisi PKS Mahfudz Siddiq menganggap hubungan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra mulai tidak harmonis. Ini terjadi karena munculnya nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam bursa calon presiden menggantikan Prabowo Subianto.

Munculnya nama Anies, juga membuat perpecahan di internal PKS. Pasalnya, Majelis Syuro PKS sudah menyiapkan sembilan nama sebagai calon pendamping Prabowo. 

"Menurut saya dalam konteks pencapresan itu syarat 20 persen sulit juga bagi PKS untuk secara sepihak menentukan capresnya si A, si B. Siapapun. Itu hanya bisa dilakukan ketika duduk bersama dengan partai lain," katanya, di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/7/2018).

"Persoalannya sekarang kalau ada beberapa petinggi PKS memiliki semangat menjagokan pak Anies Baswedan, siapa partai yang setuju dengan itu? Lalu siapa yang siap memasangkan Anies Baswedan dengan koalisi yang lain. Saya rasa ini juga persoalan. Karena lagi-lagi dalam Pileg dan Pilpres yang bersamaan waktunya, kan partai juga harus memiliki benefit untuk Pilpres," lanjutnya.

Di samping itu, Mahfudz menganggap kemunculan nama Anies aneh. Lantaran, adanya sembilan nama di antaranya mantan Presiden PKS Anis Matta. Menurutnya, menjadi tidak relevan jika membandingkan Anis Matta dengan Anies Baswedan. 

"Jadi ketika nama Anies Baswedan ini muncul saya pikir ini bukan lagi soal mempertanyakan peluang pak Anis Matta. Itu sudah enggak relevan. Tapi yang saya pertanyakan yang sembilan ini belum selesai urusannya, kok sudah nyebut-nyebut yang lain. Jadi yang kemarin apa cuma main-main atau enggak?" kata dia.

Menurut Mahfudz, perpecahan di internal partainya tak bisa dihindari. Bukan tidak mungkin, perpecahan di internal PKS dapat menganggu hubungan antara PKS dan Partai Gerindra

"Saya menduga perpecahan itu enggak bisa dihindari ya," katanya.

Biar kamu tahu, sembilan nama yang disiapkan Majelis Syuro PKS itu adalah Ahmad Heryawan, Hidayat Nur Wahid, Anis Matta, Irwan Prayitno, Mohamad Sohibul Iman, Salim Segaf Al'Jufrie, Tifatul Sembiring, Mardani Ali Sera, dan Almuzzammil Yusuf.

Tag: gerindra pks

Bagikan: