Kejutan Agus Harimurti Yudhoyono

Tim Editor

(Foto: Twitter @ciptadis)

Jakarta, era.id - Pendaftaran calon presiden Pemilu Presiden 2019 makin dekat. Tinggal menghitung hari karena terakhir jatuh pada tanggal 10 Agustus 2018. 

Dua kubu sudah terbentuk untuk menyongsong pesta demokrasi lima tahunan ini. Ada kubu Joko Widodo, ada juga kubu Prabowo Subianto.

Baca Juga : Bergaya Kasual, Jokowi Mau Saingan Sama Agus Yudhoyono?

Jokowi sudah punya satu nama buat jadi pendampingnya. Namun, itu belum diungkapkan ke publik. Sedangkan Prabowo, dia telah disodorkan tiga nama sebagai calon pendampingnya. 

Nah, kali ini kami akan menebak tiga calon presiden bagi Prabowo. Sebab, menerka-nerka cawapres Jokowi sangatlah sulit. Selain sikap Jokowi yang tidak terprediksi, elite partai pendukungnya pun tak mau membuka mulut.

Baik, kita mulai ceritanya.

Tadi malam, Selasa (1/8), partai pendukung Prabowo melakukan rapat. Dari hasil rapat para sekjen partai pendukung, Prabowo disuguhkan nama Ustaz Abdul Somad, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri, dan Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.

Baca Juga : Pilihan Terakhir SBY dan Partainya

Yang menarik, nama Agus Yudhoyono muncul. Bila dibanding dua nama yang lain, nama Agus tidak terprediksi. Lantaran, dua nama yang lain merupakan hasil dari rekomendasi ulama dan tokoh nasional yang tergabung di dalam forum ijtima. 

Apalagi, pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Prabowo, yang menghasilkan bergabungnya Partai Demokrat dengan koalisi ini, tidak menyinggung nama Agus sebagai cawapres Prabowo. SBY bilang, dia menyerahkan sepenuhnya keputusan cawapres kepada Prabowo. 



(Ilustrasi Agus Yudhoyono/era.id)

Tapi kenapa muncul nama Agus?

Jadi begini, Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean bilang, bergabungnya Partai Demokrat dengan koalisi ini bukan berdasarkan transaksi politik apapun. Hanya saja, munculnya nama Agus Yudhoyono diklaim Ferdinan sebagai tawaran yang diajukan Prabowo langsung. Tawaran itu muncul ketika Prabowo dan SBY bertemu beberapa waktu lalu.

"Kalau mengikuti secara jernih pernayatan-pernyataan Pak SBY maupun Pak Prabowo, mestinya semuanya sudah tahu, bahwa Pak Prabowo lah yang memasukan AHY sebagai salah satu daftar kandidat yang akan beliau ajak nanti di Pilpres 2019, selain nama-nama yang lain. Bahwa Partai Demokrat tidak pernah mengusulkan," katanya, kepada era.id, di Jakarta, Kamis (2/8/2018).

Baca Juga : Membahas Bilboard 'Outside the Box' Agus Yudhoyono

Kalau sudah begini, Partai Demokrat tidak bisa menolak. Tapi, Ferdinan bilang, ini semua diserahkan kembali kepada Prabowo sebagai user. Dia pun yakin, Prabowo bisa memilih yang paling baik dari tiga nama tadi.

"Yang jelas bagi Partai Demokrat menyerahkan sepenuhnya kepada Pak Prabowo untuk memilih siapa wakilnya nanti ke depan, karena Pak Prabowo kita yakini mampu memilih dengan siapa beliau akan berpasangan untuk bisa menang pada pemilu 2019. Karena ini Pilpres yah, realitas politik tidak boleh diabaikan begitu saja," terangnya.


Agus Yudhoyono ikut pengambilan nomor urut partai politik peserta Pemilu 2019 di KPU. (Wardhany/era.id)

Agus Harimurti Yudhoyono Siap!

Oh iya, kalau kalian menyusuri sejumlah jalan di Jakarta, bakal nemu baliho raksasa yang bergambarkan Agus Yudhoyono sedang hormat. Di atas gambar Agus itu terdapat tulisan dengan kata 'Siap'. 

Dengan semiotik seperti ini, tentu akan ditafsirkan macam-macam. Masih belum terpecahkan kata 'Siap' ini merujuk kepada apa. Bisa jadi siap untuk jadi cawapres bisa jadi untuk hal yang lain.
 

Kalau soal baliho ini ditanyakan ke Ferdinan, dia bilang tak ada yang salah kok. Dia bilang, baliho itu sesungguhnya juga bukan permintaan Agus. Tapi, ini adalah langkah dari sejumlah DPD Partai Demokrat Jakarta yang ingin menunjukan kalau Agus cocok jadi cawapres.

"Baliho itu adalah kebijakan dari dewan pimpinan daerah, mereka melakukan itu sebagai inisiatif bahwa memang aspirasi dari kadernya harus ditampilkan, harus didukung. jadi itu adalah bagian dari ekspresi dewan pimpinan daerah kita yang berharap AHY layak menjadi cawapres pada 2019," tuturnya.

Kejutan Agus Yudhoyono

Yang menariknya lagi, Agus Yudhoyono akan berulang tahun pada tanggal 10 Agustus. Pada tanggal itu juga, menjadi hari terakhir pendaftaran calon presiden dan calon presiden peserta Pemilu 2019. 

Ini akan menjadi kado terindah ulang tahun ke-40, kalau Agus benar-benar jadi cawapres Prabowo dan mendaftarkan diri ke KPU.

Kata pengamat politik dari Universitas Al Azhar Ujang Komaruddin yakin kado ini bisa terwujud. Sebab, dari tiga nama yang disodorkan jadi cawapres Prabowo, nama Agus Yudhoyono menjadi yang paling pas.

"Sepertinya arah angin ke AHY. Dari ketiga nama yang muncul menjadi cawapresnya Prabowo, yang paling tinggi popularitas dan elektabilitasnya adalah AHY. Jadi bisa jadi tanggal 10 Agustus merupakan hari yang membahagiakan bagi AHY karena menjadi Cawapres," kata Ujang.

Tag: agus yudhoyono partai demokrat gerindra

Bagikan: