Duet Prabowo-Sandiaga, PKS: Tahun Depan Ganti Presiden

Tim Editor

Deklarasi Prabowo-Sandiaga (Mery/era.id)

Jakarta, era.id - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sepakat terhadap pilihan Ketua umum Gerindra Prabowo Subianto yang memilih Sandiaga Uno sebagai cawapres pada Pilpres 2019. PKS pun optimis bahwa tahun depan ganti presiden.

Hal itu disampaikan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri di kediaman Prabowo, Jl Kartanegara, Jakarta Selatan, Kamis (9/8). Sekali pun rekomendasi ijtima (kesepakatan) ulama GNPF, Salim Segaf maju sebagai cawapres tidak dipilih Prabowo.

"Di situ ada secercah cahaya bangsa ini mendapatkan kemenangan untuk indonesia lebih baik ke depan, setuju? InsyaAllah. Karena tokoh-tokoh ulama berkumpul dan menberikan rekomendasi. Yang kita cari bagaimana kita bisa memenangkan ini. Ke depan yang kita inginkan ganti presiden," ujar Salim Segaf.

ilustrasi pasangan Prabowo-Sandiaga
(Ilustrasi era.id)

Salim menilai, pemerintah saat ini tengah mengalami kesulitan untuk meningkatkan ekonomi dan kehidupan bangsa. Sehingga satu-satunya cara yang dinilai perlu untuk dilakukan adalah pergantian presiden.

"Dalam perjalanan 5 tahun kita ingin pemimpin bangsa ini sukses tapi selama 5 tahun ekonomi semakin sulit dan kehidupan pun semakin sulit dan aspirasi untuk melakukan pergantian di negeri ini," ucap Salim. 

Baca Juga: Detik Terakhir, PKS 'Balikan' dengan Gerindra

Hal senada juga disampaikan Presiden PKS Sohibul Iman, menurutnya pasangan Prabowo-Sandiaga merupakan duet kepemimpinan yang nasionalis dan religius.

Sohibul mengaku bahagia, sebab deklarasi Prabowo-Sandiaga dilakukan tepat di malam Jumat. Di mana ia berharap pasangan ini dapat membawa berkah untuk memimpin Indonesia.

"Kedua tokoh kita ini merupakan tokoh yang sudah berkiprah dan berprestasi pada bidang masing-masing, sehingga sangat tepat memimpin Indonesia 5 tahun ke depan," ucap Sohibul.

Disampaikannya Prabowo merupakan sosok calon presiden yang dihasilkan dari rekomendasi ijtima para ulama. 

"Kita ingin kepemimpinan nasionalis dan Islam atau nonsantri, alhamdulillah kami menemukan Sandi. Mungkin beliau dalam kacamata kita tidak kategori santri, tapi beliau hidup dalam modern, tapi beliau mengalami proses spiritualisasi dan islamisasi. Mudah-mudahan jadi contoh kepemimpinan muslim yang kompatibel," tutup Sohibul.

Baca Juga: Demokrat: Peluang Menang Prabowo-Sandiaga Sangat Kecil

Hingga kini, tinggal Partai Demokrat yang belum dapat dipastikan sikap politiknya akan mengambil langkah apa. Satu hal yang pasti, Demokrat tidak akan bergabung lagi dengan koalisi Gerindra, PKS dan PAN. Apakah itu tandanya akan merapat ke koalisi Jokowi? 

Demokrat memang tinggal seorang diri partai yang belum menentukan sikap. Sedangkan pendaftaran Pilpres 2019 paling akhir adalah hari ini, Jumat, 10 Agustus 2018.
 

Bagikan: