Wabah Kolera Menyerang Aljazair

Tim Editor

    Ilustrasi (Pixabay)

    Aljier, Aljazair, era.id - Kementerian Kesehatan di Aljazair mengumumkan, wabah kolera mulai menyerang negara itu, pada Kamis malam (23/8). Lembaga kesehatan itu mengatakan, sebanyak 41 kasus sudah dipastikan berkaitan dengan kolera. Sementara, ada total 88 kasus yang diduga berkaitan dengan kolera. Semuanya itu masih dalam penanganan rumah sakit di Aljazair Utara. 

    Dilansir dari Antara, Sabtu (25/8/2018), kasus dugaan kolera terbanyak tercatat di Provinsi Blida, atau 50 kilometer di sebelah selatan Ibu Kota Aljazair, Aljier. Ada 50 orang yang diduga mengidap kolera, sementara yang sudah terkonfirmasi positif sudah ada 22 orang.

    Sedangkan, di Ibu Kota Aljier, sebanyak 14 orang diduga tertular, termasuk lima kasus yang sudah dikonfirmasi positif kolera. 

    Kemudian, di Provinsi Tipaza, 50 kilometer di sebelah barat Aljier, sebanyak 18 orang dirawat dengan dugaan kolera, sementara 11 di antaranya dikonfirmasi terjangkit kolera. 

    Selain itu, enam kasus lain, termasuk tiga yang dikonfirmasi terkait kolera, diidentifikasi di Provinsi Bouira, 100 kilometer di sebelah tenggara Aljier.

    "Semua kasus dugaan kolera saat ini diisolasi di rumah sakit yang berbeda dan diberi perawatan medis," kata salah satu sumber.

    Kementerian Kesehatan membantah wabah kolera itu disebabkan oleh pencemaran air. Para ahli di kementerian tersebut menyatakan, wabah ini diduga menyebar akibat sayuran dan buah yang tercemar. Kementerian ini pun mendesak warga agar melakukan tindakan pencegahan.

    Baca Juga : Lima Orang Meninggal karena Kolera di Nigeria

    Kolera adalah penyakit yang sangat menular karena disebabkan oleh bakteri. Penyakit ini biasa ditandai dengan kemunculan diare akut secara tiba-tiba, hingga mengakibatkan kematian karena dehidrasi parah.

    Sejumlah negara di Afrika sedang diserang wabah ini. Sebelumnya, dilaporkan lima orang meninggal dunia akibat wabah ini di Negara Negeria.

    Tag: wabah penyakit pohon baobab di afrika mati

    Bagikan :