BKKBN Bersyukur Mayoritas Masyarakat Indonesia Ogah Ikut-ikutan Childfree

| 12 Feb 2023 09:00
BKKBN Bersyukur Mayoritas Masyarakat Indonesia Ogah Ikut-ikutan Childfree
Ilustrasi bayi

ERA.id - Pembahasan childfree semakin hangat sepekan ini di media sosial, menyusul pernyataan publik figur Gita Savitri yang menyatakan untuk memutuskan tidak memiliki anak atau childfree.

Merespons itu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memandang fenomena childfree di Indonesia belum mengkhawatirkan.

"Sampai dengan saat ini, BKKBN melihat fenomena ini belum kita anggap sebagai fenomena yang mengkhawatirkan," kata Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Eni Gustina, Jumat silam.

Eni menilai fenomena childfree saat ini belum dikatakan mengkhawatirkan jika ditilik dari situasi kependudukan pada 2020. Hal tersebut, jelas dia, merujuk pada hasil Long Form Sensus Penduduk 2020 yang menunjukkan angka kelahiran total (total fertility rate/TFR) Indonesia masih berada pada angka 2,18 poin.

Eni mengatakan angka kelahiran total setiap provinsi masih bervariasi dengan beberapa daerah yang terendah yaitu Yogyakarta dan Bali. Meski begitu, angka rata-rata secara nasional masih dikatakan aman.

"Saya masih bersyukur artinya kita di Indonesia ini mayoritas masih ingin mempunyai keluarga, ingin punya anak, sebagai penerus keturunan, itu masih ada," kata dia.

Dari kacamata kependudukan, Eni mengatakan BKKBN berharap pertumbuhan penduduk di Indonesia jangan sampai berada di angka terendah atau bahkan minus seperti yang terjadi di di Jepang dan Singapura.

Apabila penduduk usia muda atau usia produktif semakin sedikit, Eni mengatakan pihaknya khawatir nantinya tidak ada yang dapat menopang penduduk lanjut usia.

Dalam konteks perhitungan ekonomi, Eni menyebutkan Indonesia masih membutuhkan penduduk berusia muda. "Tapi sebenarnya (masyarakat) Indonesia tidak berharap bahwa orang itu nggak punya anak, karena kita kan juga harus menjaga pertumbuhan keseimbangan penduduk," kata Eni.

Rekomendasi